Konservasi Pohon Plalar Langka di PLTU Batang: Kerja Sama Lestarikan Keanekaragaman Hayati
Dinas Kehutanan Pekalongan dan PT Bhimasena Power Indonesia berkolaborasi menanam 30 pohon Plalar langka di area reforestasi PLTU Batang untuk mendukung konservasi keanekaragaman hayati dan memperingati Hari Bhakti Rimbawan.

Batang, 17 Februari 2024 - Dalam upaya pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati, Kantor Cabang Dinas Kehutanan Wilayah IV Pekalongan bermitra dengan PT Bhimasena Power Indonesia (PLTU Batang) melaksanakan penanaman 30 pohon Plalar (Dipterocarpus gracilis), spesies pohon langka yang tersebar di Asia Selatan, Timur, dan Tenggara. Kegiatan konservasi ini berlangsung di area reforestasi PLTU Batang, Jawa Tengah.
Pohon Plalar: Spesies Langka yang Penting
Kepala Cabang Dinas Kehutanan Wilayah IV Pekalongan, Gunawan, menjelaskan bahwa pohon Plalar merupakan spesies yang tergolong langka. Populasi pohon ini dapat ditemukan di beberapa wilayah terbatas, termasuk Cagar Alam Ulo Lanang Kecubung dan sekitarnya. Nama pohon ini menarik karena mirip dengan nama bukit Mlalar di sekitar lokasi PLTU Batang. Penanaman pohon Plalar ini memiliki makna penting, tidak hanya sebagai upaya konservasi, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan terhadap Hari Bhakti Rimbawan.
Pohon Plalar dikenal sebagai pohon besar dengan diameter batang yang dapat mencapai 100-150 cm dan tinggi hingga 50 meter. Keberadaan pohon ini sangat penting bagi ekosistem setempat dan keanekaragaman hayati. Upaya mengembalikan populasi pohon Plalar di area reforestasi PLTU Batang diharapkan dapat meningkatkan fungsi konservasi hutan dan melindungi keanekaragaman hayati di wilayah tersebut.
Komitmen PLTU Batang terhadap Lingkungan
General Manager Stakeholder Relation Bhimasena Power Indonesia, Aryamir H. Sulasmoro, menyatakan bahwa program konservasi tanaman endemik langka ini sejalan dengan misi perusahaan untuk menjaga keseimbangan antara operasional bisnis dan kelestarian lingkungan. PLTU Batang telah mengalokasikan sekitar 5 hektare lahan untuk area reforestasi sebagai habitat flora dan fauna.
Agmad Lukman, CSR and Community Relation Manager, menambahkan bahwa penanaman pohon Plalar merupakan langkah penting untuk menjaga kelestarian spesies langka dan meningkatkan keanekaragaman hayati di daerah tersebut. Kegiatan ini juga menunjukkan komitmen perusahaan dalam mendukung program konservasi lingkungan.
Kerja Sama yang Berkelanjutan
Kerja sama antara Dinas Kehutanan Pekalongan dan PLTU Batang dalam kegiatan konservasi pohon Plalar ini menunjukan sinergi positif antara pemerintah dan sektor swasta dalam upaya pelestarian lingkungan. Semoga kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain untuk turut serta dalam menjaga kelestarian alam dan keanekaragaman hayati di Indonesia.
Langkah ini diharapkan dapat menginspirasi perusahaan lain untuk turut berpartisipasi dalam upaya pelestarian lingkungan. Dengan menjaga kelestarian alam, kita turut berkontribusi pada keberlanjutan kehidupan bagi generasi mendatang. Semoga kerja sama ini dapat terus berlanjut dan menghasilkan dampak positif yang lebih luas bagi lingkungan.
Kesimpulan
Penanaman 30 pohon Plalar di area reforestasi PLTU Batang merupakan langkah nyata dalam upaya konservasi keanekaragaman hayati. Kerja sama antara Dinas Kehutanan Pekalongan dan PT Bhimasena Power Indonesia ini patut diapresiasi dan diharapkan dapat menjadi contoh bagi pihak lain untuk turut serta dalam menjaga kelestarian lingkungan.