Lapas Ambon Perpanjang Waktu Kunjungan Idul Fitri hingga 5 Jam
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambon memperpanjang waktu kunjungan hingga lima jam pada Idul Fitri 1446 H/2025 M, memungkinkan warga binaan bertemu keluarga lebih lama.

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambon memberikan kesempatan spesial bagi warga binaan untuk merayakan Idul Fitri bersama keluarga. Pada Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah/2025 Masehi, Lapas Ambon memperpanjang waktu kunjungan hingga lima jam, sebuah kebijakan yang bertujuan untuk mempererat silaturahmi dan memberikan dukungan moral bagi para narapidana.
Keputusan ini diumumkan langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Ambon, Herliadi, pada Senin lalu. Beliau menjelaskan bahwa perpanjangan waktu kunjungan ini merupakan tradisi tahunan yang bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi warga binaan agar dapat merasakan kebahagiaan Idul Fitri bersama keluarga dan orang-orang terdekat. Perpanjangan waktu kunjungan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi para warga binaan.
Perpanjangan waktu kunjungan ini berlangsung selama dua hari, yaitu pada hari pertama dan kedua Idul Fitri. Kunjungan akan dibuka setelah Shalat Ied, tepatnya pukul 08.00 WIT hingga 16.00 WIT. Meskipun demikian, durasi kunjungan per keluarga dibatasi maksimal 15 menit untuk mencegah membeludaknya pengunjung dan menjaga ketertiban.
Layanan Kunjungan Idul Fitri di Lapas Ambon
Biasanya, jam kunjungan di Lapas Kelas IIA Ambon hanya berlangsung pada hari-hari tertentu dan dibatasi dari pukul 09.00 WIT sampai 12.00 WIT. Namun, untuk Idul Fitri kali ini, kebijakan tersebut dilonggarkan demi memberikan kesempatan lebih banyak bagi para warga binaan untuk berinteraksi dengan keluarga. Setelah Shalat Ied, proses penyerahan remisi akan dilakukan, kemudian dilanjutkan dengan dibukanya layanan kunjungan.
Pihak Lapas telah menyiapkan langkah-langkah antisipatif untuk memastikan keamanan dan ketertiban selama periode kunjungan yang diperpanjang. Penambahan personel keamanan dilakukan, meskipun jumlahnya tidak dipublikasikan demi alasan keamanan. Semua prosedur operasional standar (SOP) akan diterapkan secara ketat untuk mencegah gangguan keamanan dan ketertiban.
Kepala Lapas menekankan bahwa aspek keamanan merupakan prioritas utama. Dengan penerapan SOP yang ketat, diharapkan proses kunjungan dapat berjalan dengan lancar, aman, tertib, dan nyaman bagi semua pihak. Pengawasan yang lebih ketat juga akan diberlakukan, termasuk pemeriksaan barang bawaan pengunjung secara teliti untuk mencegah masuknya barang-barang terlarang.
Keamanan dan Ketertiban Tetap Diutamakan
"Aspek keamanan merupakan prioritas utama kami. Dengan demikian, proses kunjungan dapat berjalan dengan lancar, aman, tertib, dan pada akhirnya juga memberikan kenyamanan bagi pengunjung," tegas Kepala Lapas. Pernyataan ini menunjukkan komitmen Lapas Ambon untuk memastikan keamanan dan kenyamanan selama periode kunjungan Idul Fitri.
Pengawasan yang ketat terhadap barang bawaan pengunjung bertujuan untuk mencegah masuknya barang-barang terlarang ke dalam Lapas. Hal ini merupakan bagian dari upaya untuk menjaga keamanan dan ketertiban di dalam Lapas serta mencegah potensi gangguan keamanan. Dengan langkah-langkah keamanan yang komprehensif ini, diharapkan perayaan Idul Fitri di Lapas Ambon dapat berjalan dengan lancar dan penuh hikmat.
Perpanjangan waktu kunjungan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi para warga binaan, membantu mereka untuk lebih dekat dengan keluarga dan meningkatkan semangat mereka dalam menjalani masa pembinaan. Hal ini sejalan dengan tujuan pemasyarakatan untuk mengembalikan warga binaan ke masyarakat sebagai individu yang lebih baik.