Lapas Curup Berikan Kunjungan Lebaran Khusus: Silaturahmi 492 Keluarga Warga Binaan
Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Curup, Bengkulu, menyelenggarakan kunjungan Lebaran khusus selama empat hari bagi 726 warga binaan dan keluarga mereka, dengan protokol kesehatan ketat.

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Curup, Bengkulu, memberikan kesempatan istimewa bagi para warga binaan dan keluarga mereka untuk bersilaturahmi selama Lebaran Idul Fitri 1446 H. Kunjungan khusus ini berlangsung selama empat hari, dimulai dari tanggal 31 Maret hingga 3 April 2025, menampung ratusan keluarga yang ingin bertemu sanak saudara mereka yang sedang menjalani masa hukuman di Lapas Curup.
Irman Jaya, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Lapas Kelas IIA Curup, menyampaikan bahwa Lapas Curup saat ini menampung 726 warga binaan pemasyarakatan (WBP) dan tahanan titipan dari kepolisian dan kejaksaan di Kabupaten Rejang Lebong, Kepahiang, dan Lebong. Jadwal kunjungan Lebaran ini dirancang secara bertahap dan per blok untuk memastikan ketertiban dan keamanan selama proses kunjungan berlangsung. "Jadwal kunjungan khusus Lebaran Idul Fitri ini dilaksanakan mulai dari lebaran hari pertama hingga lebaran ke empat atau dari 31 Maret sampai 3 April 2025. Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap dan dilakukan per blok," jelasnya.
Pihak Lapas Curup telah mencatat jumlah pengunjung keluarga WBP dan tahanan yang telah hadir hingga saat ini mencapai 492 orang. Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah hingga hari terakhir kunjungan. Untuk memastikan kelancaran dan keamanan, pihak Lapas bekerja sama dengan TNI-Polri dan petugas Kanwil Kemenkum Provinsi Bengkulu dalam pengamanan kunjungan Lebaran ini. "Kami berupaya agar para warga binaan tetap dapat merasakan kebahagiaan pada lebaran. Kami memahami betul pentingnya silaturahim di hari lebaran, untuk itu kami telah menyiapkan jadwal kunjungan secara bergilir dan tetap mematuhi peraturan," terang Irman Jaya.
Kunjungan Tertib dan Terkontrol
Kunjungan Lebaran di Lapas Curup dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama dimulai pukul 08.30 WIB hingga 11.30 WIB, dan sesi kedua dari pukul 13.00 WIB hingga 15.00 WIB. Setiap pengunjung diwajibkan mendaftar secara online dan menunjukkan identitas kependudukan resmi. Pemeriksaan administrasi dan pengawasan ketat dilakukan sebelum dan selama pertemuan berlangsung untuk memastikan keamanan dan ketertiban.
Irman Jaya menambahkan bahwa seluruh proses kunjungan dilakukan dengan pengawasan ketat dari petugas. "Para pengunjung ini terlebih dahulu melakukan pendaftaran secara online (daring) dan kemudian harus menyerahkan identitas kependudukan resmi. Para pengunjung ini sebelum masuk juga dilakukan pemeriksaan administrasi hingga pengawasan ketat selama pertemuan berlangsung," tambahnya. Hal ini dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan dan memastikan proses kunjungan berjalan lancar dan aman.
Pertemuan antara WBP dan keluarga dilakukan di area terbuka, yaitu lapangan futsal Lapas Kelas IIA Curup. Lokasi ini dipilih untuk memberikan ruang yang cukup dan tetap memungkinkan pengawasan yang efektif oleh petugas. Dengan demikian, silaturahmi Lebaran dapat terlaksana dengan aman dan tertib.
Silaturahmi Lebaran di Tengah Keamanan
Langkah-langkah pengamanan yang ketat ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan ketertiban selama kunjungan Lebaran. Selain petugas Lapas, TNI-Polri dan petugas Kanwil Kemenkum Provinsi Bengkulu juga dikerahkan untuk membantu mengamankan jalannya kunjungan. Hal ini menunjukkan komitmen Lapas Curup untuk memberikan kesempatan silaturahmi bagi WBP dan keluarga mereka dengan tetap memperhatikan aspek keamanan dan ketertiban.
Dengan adanya kunjungan Lebaran khusus ini, diharapkan para WBP dapat merasakan kebahagiaan dan kehangatan Lebaran bersama keluarga mereka. Pihak Lapas Curup berupaya untuk memfasilitasi hal tersebut dengan tetap mengedepankan aturan dan prosedur keamanan yang berlaku. Sistem pendaftaran online dan pemeriksaan ketat yang dilakukan bertujuan untuk menciptakan suasana yang aman dan kondusif bagi seluruh pihak yang terlibat.
Meskipun berada di balik jeruji besi, para WBP tetap memiliki hak untuk menjalin silaturahmi dengan keluarga mereka, terutama di momen Lebaran yang penuh berkah. Lapas Curup berupaya untuk memfasilitasi hal tersebut dengan tetap memprioritaskan keamanan dan ketertiban.
Dengan adanya kerjasama yang baik antara pihak Lapas, TNI-Polri, dan Kanwil Kemenkum Provinsi Bengkulu, diharapkan kunjungan Lebaran khusus ini dapat berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi para WBP dan keluarga mereka.