Menkes: Ibu-Ibu, Pilar Sukses Program Cek Kesehatan Gratis Menuju Indonesia Emas
Menkes Budi Gunadi Sadikin menekankan peran krusial ibu-ibu dalam menyukseskan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk mencapai Indonesia Emas 2045 melalui pencegahan penyakit kronis.

Jakarta, 26 Februari 2024 - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam webinar Sosialisasi Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Jakarta, Rabu, menegaskan peran penting ibu-ibu dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Hal ini didasarkan pada pemahaman bahwa ibu-ibu memiliki perhatian besar terhadap kesehatan dan pendidikan keluarga. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan per kapita dan memanfaatkan bonus demografi dengan memastikan masyarakat Indonesia sehat dan cerdas.
Menkes menjelaskan bahwa keberhasilan Indonesia Emas sangat bergantung pada peningkatan pendapatan per kapita minimal Rp18 juta per bulan. Salah satu strategi kunci adalah mencegah penyakit kronis seperti jantung, kanker, dan stroke sejak dini. "Kronis itu artinya apa? Dia gak ujug-ujug meninggal. Supaya dia sampai ke derajat kronis meninggal itu, butuh waktunya lima tahun, delapan tahun. Artinya apa? Artinya bisa dicegah sejak dini," tegas Menkes Budi Gunadi Sadikin.
Program CKG hadir sebagai solusi untuk deteksi dini penyakit. Deteksi dini penyakit seperti kanker payudara, misalnya, sangat krusial. Jika terdeteksi pada stadium 1, peluang kesembuhan mencapai 90-95 persen, sedangkan pada stadium 4, angka kematian mencapai 90-95 persen. Menkes juga menyoroti pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin, karena banyak orang enggan memeriksakan diri karena takut menghadapi kenyataan, padahal pencegahan dan penanganan dini jauh lebih efektif.
Peran Strategis Ibu-Ibu dalam CKG
Menkes menekankan peran unik ibu-ibu dalam program ini. Pengalaman mereka sejak kecil bermain "dokter-dokteran" telah membekali mereka dengan pengetahuan dasar penanganan penyakit umum seperti demam dan flu. Peran ini dapat diperluas dalam pencegahan penyakit kronis melalui pemantauan gaya hidup keluarga, misalnya dengan mengontrol asupan garam, gula, dan lemak pada anggota keluarga yang berisiko terkena penyakit tekanan darah tinggi atau stroke.
Budi Gunadi Sadikin berharap CKG bukan sekadar program, melainkan gerakan nasional. Partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat, terutama ibu-ibu, sangat penting untuk keberhasilannya. Hal senada disampaikan Ketua Dharma Wanita Persatuan Ida Rahmawati Budi Gunadi Sadikin yang menyebut ibu sebagai sekolah pertama bagi anak-anaknya, dan mengajak ibu-ibu untuk menjadi contoh gaya hidup sehat.
Ida Rahmawati juga mendorong ibu-ibu untuk menyebarkan informasi tentang CKG, memanfaatkan kemampuan mereka dalam berkomunikasi dan berdiskusi. "Bahwa ibu itu mempunyai kekuatan, the power of emak-emak. Ingat itu, kekuatan kita the power of emak-emak. Kita menggunakan power itu untuk memberikan manfaat buat masyarakat di sekitar kita," ujarnya.
Program Cek Kesehatan Gratis: Sebuah Gerakan Nasional
Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) diharapkan menjadi gerakan nasional yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Partisipasi aktif ibu-ibu sangat penting karena peran mereka sebagai pengasuh utama keluarga dan agen perubahan dalam gaya hidup sehat. Dengan deteksi dini dan pencegahan penyakit kronis, CKG berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kesehatan masyarakat dan pencapaian Indonesia Emas 2045.
Keberhasilan CKG bergantung pada kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan yang tersedia. Pemerintah terus berupaya meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan untuk mendukung program ini. Pentingnya peran keluarga, khususnya ibu-ibu, dalam menjaga kesehatan keluarga dan lingkungan sekitar tidak dapat diabaikan.
Melalui CKG, pemerintah berharap dapat menciptakan generasi Indonesia yang sehat dan produktif, siap menghadapi tantangan masa depan dan mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045. Partisipasi aktif dari semua pihak, termasuk ibu-ibu, sangat krusial untuk mencapai tujuan mulia ini.