Mensos Saifullah Yusuf Minta Dukungan Kiai Tapal Kuda untuk Sekolah Rakyat
Menteri Sosial Saifullah Yusuf meminta dukungan para kiai di wilayah Tapal Kuda, Jawa Timur, untuk pembangunan Sekolah Rakyat guna mengentaskan kemiskinan melalui pendidikan.

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, melakukan silaturahmi Lebaran ke sejumlah pesantren di kawasan Tapal Kuda, Probolinggo, Jawa Timur. Kunjungan tersebut tidak hanya untuk menjalin silaturahmi, tetapi juga untuk meminta dukungan para kiai dan kepala daerah setempat dalam pembangunan Sekolah Rakyat, sebuah program unggulan pemerintah.
Dalam kunjungannya, Gus Ipul menyampaikan salam dari Presiden Prabowo Subianto dan memohon doa restu untuk kesehatan dan kesuksesan presiden dalam memimpin Indonesia. Lebih lanjut, ia menjelaskan tujuan utama kunjungannya yaitu meminta dukungan untuk pendirian Sekolah Rakyat yang diinisiasi oleh Presiden. Sekolah Rakyat ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengatasi masalah kemiskinan melalui peningkatan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
Silaturahmi Lebaran ini dilakukan di beberapa pesantren ternama di wilayah Tapal Kuda, termasuk Pesantren Sidogiri Pasuruan, Pesantren Zainul Hasan Genggong Probolinggo, dan Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo. Dalam pertemuan tersebut, Gus Ipul berkesempatan berdialog langsung dengan para kiai pengasuh pesantren dan kepala daerah terkait pentingnya pendidikan dalam upaya pengentasan kemiskinan.
Dukungan Kiai dan Pemerintah Daerah untuk Sekolah Rakyat
Para kiai dan kepala daerah yang hadir menyambut baik inisiatif pembangunan Sekolah Rakyat. Mereka menyadari pentingnya pendidikan sebagai kunci untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dukungan penuh diberikan untuk memastikan program ini berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Salah satu kiai yang ditemui, KH Zuhri Zaini dari Pesantren Nurul Jadid, menyatakan komitmennya untuk mendukung program Sekolah Rakyat. Beliau menekankan pentingnya kerjasama antara pemerintah dan pesantren dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Hal senada juga disampaikan oleh kepala daerah yang hadir, yang menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi pembangunan Sekolah Rakyat di wilayah masing-masing.
Mensos Gus Ipul juga menjelaskan bahwa saat ini usulan pendirian Sekolah Rakyat telah mencapai lebih dari 300 lokasi. Kementerian Sosial, bersama kementerian dan lembaga terkait, tengah melakukan proses verifikasi untuk memastikan kelayakan setiap lokasi. Targetnya, tahun ini akan dibuka lebih dari 80 Sekolah Rakyat di berbagai daerah.
Proses Verifikasi dan Target Pembangunan Sekolah Rakyat
Proses verifikasi lokasi Sekolah Rakyat dilakukan secara ketat untuk memastikan bahwa sekolah tersebut dibangun di daerah yang benar-benar membutuhkan. Tim verifikasi akan mempertimbangkan berbagai faktor, seperti tingkat kemiskinan, akses pendidikan, dan ketersediaan infrastruktur. Proses ini bertujuan untuk memastikan efektivitas dan efisiensi program Sekolah Rakyat.
Gus Ipul menyampaikan optimismenya bahwa target pembangunan 80 hingga 100 Sekolah Rakyat pada tahun ini dapat tercapai. Saat ini, 53 lokasi telah selesai diverifikasi, dan sisanya masih dalam proses survei. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada kerjasama dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, masyarakat, dan para kiai.
Dengan dukungan dari para kiai dan pemerintah daerah di wilayah Tapal Kuda, diharapkan program Sekolah Rakyat dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, khususnya dalam upaya meningkatkan akses pendidikan dan mengentaskan kemiskinan.
Lebih dari sekadar pembangunan fisik, Sekolah Rakyat juga diharapkan menjadi pusat pemberdayaan masyarakat. Dengan adanya Sekolah Rakyat, diharapkan munculnya generasi muda yang terdidik, berakhlak mulia, dan mampu berkontribusi bagi kemajuan bangsa.