Menteri UMKM Dorong Organisasi Berorientasi Kewirausahaan
Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, mengajak organisasi seperti KAHMI untuk bertransformasi dari pendekatan politik ke kewirausahaan guna mendukung peningkatan rasio kewirausahaan nasional dan daya saing UMKM.

Jakarta, 26 Januari 2024 - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, menekankan perlunya pergeseran fokus gerakan organisasi, dari politik ke kewirausahaan. Hal ini disampaikan beliau dalam keterangan resmi Minggu lalu. Beliau mendorong organisasi seperti Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) untuk turut serta dalam gerakan ini.
Menurut Menteri Maman, paradigma organisasi seperti HMI dan KAHMI perlu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Transformasi ini penting agar selaras dengan program Kementerian UMKM untuk meningkatkan rasio kewirausahaan dan menjadikan Indonesia sebagai negara maju. Beliau mengajak seluruh alumni HMI untuk aktif berpartisipasi dalam gerakan kewirausahaan ini.
Kementerian UMKM telah mengambil langkah konkret untuk mendukung pengembangan UMKM. Salah satu fokus utama adalah mempermudah akses pembiayaan UMKM dengan menyederhanakan proses dan memperluas jangkauannya. Selain itu, peningkatan kapasitas usaha melalui pelatihan dan pengembangan keterampilan juga menjadi prioritas.
Salah satu tantangan terbesar UMKM Indonesia adalah persaingan dengan produk impor, terutama dari Tiongkok. Produk impor ini seringkali lebih murah karena skala produksi yang lebih besar. Untuk mengatasi hal ini, Kementerian UMKM telah meluncurkan program Holding UMKM.
Konsep Holding UMKM bertujuan untuk mengkonsolidasikan UMKM, meningkatkan efisiensi produksi, dan daya saing. Menteri Maman menjelaskan, "Holding UMKM memungkinkan kita untuk menurunkan biaya produksi secara signifikan. Jika satu UMKM memproduksi sendiri, biaya per produknya mungkin tinggi. Namun, dengan sistem holding, biaya tersebut dapat ditekan, sehingga produk UMKM kita mampu bersaing."
Intinya, Kementerian UMKM mendorong transformasi gerakan organisasi ke arah kewirausahaan untuk meningkatkan daya saing UMKM Indonesia. Langkah-langkah konkret seperti peningkatan akses pembiayaan dan pengembangan kapasitas usaha telah dan akan terus dilakukan. Program Holding UMKM juga diharapkan dapat memberikan solusi atas tantangan persaingan dengan produk impor.
Dengan strategi ini, Kementerian UMKM optimis dapat mendorong pertumbuhan dan perkembangan UMKM Indonesia, meningkatkan rasio kewirausahaan, dan pada akhirnya berkontribusi pada kemajuan ekonomi Indonesia.