Mudik Lebaran 2025: Dedi Mulyadi Sebut Arus Lebih Lancar, Antisipasi Berhasil!
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menilai arus mudik Lebaran 2025 jauh lebih lancar dibandingkan tahun sebelumnya, berkat antisipasi dini yang dilakukan pemerintah.

Bandung, 31 Maret 2025 - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan bahwa arus mudik Lebaran 2025 jauh lebih baik dibandingkan tahun 2024. Pernyataan ini didasarkan pada data arus mudik yang diterima dari seluruh Jawa Barat. Data tersebut menunjukkan sejumlah wilayah yang biasanya mengalami kemacetan parah, tahun ini relatif lancar berkat antisipasi yang dilakukan sejak dini.
"Jauh lebih baik. Jadi saya kemarin ngobrol dengan Wakapolda Jabar, beliau menyampaikan bahwa tahun ini mudik jauh lebih rapi dengan beberapa jalur bisa terantisipasi secara dini," ungkap Dedi Mulyadi di Bandung, Senin.
Keberhasilan ini tidak lepas dari berbagai strategi yang diterapkan pemerintah daerah. Salah satu contohnya adalah antisipasi terhadap potensi kemacetan di sejumlah titik rawan, seperti Cirebon, Garut, dan Subang.
Antisipasi Dini Jadi Kunci Kelancaran Mudik
Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa kelancaran arus mudik tahun ini tak terlepas dari antisipasi dini yang dilakukan pemerintah. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memberikan insentif kepada para pengelola transportasi tradisional seperti delman, becak, dan angkot di beberapa daerah. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi kepadatan kendaraan di jalan-jalan arteri.
Pemberian insentif tersebut dinilai efektif dalam mengurai kemacetan. Dengan adanya insentif, para pengemudi transportasi tradisional lebih termotivasi untuk beroperasi dan melayani pemudik, sehingga mengurangi beban di jalan raya.
Selain itu, pemerintah juga melakukan koordinasi yang intensif dengan pihak kepolisian dan instansi terkait lainnya untuk memastikan kelancaran arus mudik. Hal ini termasuk pengaturan lalu lintas dan pengawasan di jalur-jalur utama.
Jalur Puncak dan Cipanas Diharapkan Lancar
Meskipun arus mudik di jalur arteri sudah jauh lebih lancar, Dedi Mulyadi masih berharap agar jalur Puncak dan Cipanas juga dapat terbebas dari kemacetan selama libur Lebaran. Ia pun menekankan pentingnya komitmen dari para pengelola transportasi tradisional di kedua jalur tersebut.
"Nanti pasca-lebaran kita lihat nih, komitmen enggak tuh (delman, becak, angkot) jalur Puncak dan jalur Cipanas," tuturnya.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus memantau dan mengevaluasi situasi di lapangan untuk memastikan kelancaran arus balik nanti.
Penurunan Signifikan Volume Kendaraan di Beberapa Jalur
Data yang dihimpun dari berbagai jalur mudik menunjukkan penurunan signifikan volume kendaraan pada H-1 Lebaran 2025 (Minggu, 30 Maret). Di jalur Pantura, misalnya, sebanyak 37.915 kendaraan melintas di sekitar Kabupaten Indramayu dengan kondisi lalu lintas ramai lancar, terutama dari arah Jakarta menuju Cirebon.
Sementara itu, di jalan Tol Jakarta-Cikampek hingga Tol Cipali, volume kendaraan juga menurun dibandingkan hari sebelumnya, dengan sekitar 32 ribu kendaraan melintas dari Jakarta menuju Cirebon. Kondisi lalu lintas dilaporkan lancar.
Penurunan signifikan juga terlihat di Jalur Nagreg. Sampai pukul 18.00 WIB, sebanyak 80.389 kendaraan dari Bandung melintas Nagreg menuju Garut dan Tasikmalaya. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan H-3 dan H-2 Lebaran 2025.
Bahkan, di jalur nasional lintas Limbangan dan jalur provinsi lintas Kadungora menuju Kabupaten Garut, kondisi lalu lintas terpantau landai pada malam takbiran.
Suksesnya mudik Lebaran 2025 ini menjadi bukti efektifitas strategi antisipasi yang dilakukan pemerintah. Semoga keberhasilan ini dapat menjadi acuan untuk penyelenggaraan mudik di tahun-tahun mendatang.