Arus Mudik Nagreg Lancar di H-1 Lebaran 2025, Kecepatan Kendaraan Capai 55 Km/Jam
Arus mudik di jalur Nagreg, Jawa Barat, terpantau lancar di H-1 Lebaran 2025 dengan kecepatan kendaraan mencapai 55 km/jam, setelah terjadi kepadatan signifikan di hari-hari sebelumnya.

Arus mudik Lebaran 2025 di jalur Nagreg, Jawa Barat, yang menghubungkan Bandung dengan Garut dan Tasikmalaya, mengalami perubahan signifikan di H-1, Minggu, 30 Maret 2025. Setelah beberapa hari sebelumnya mengalami kepadatan tinggi, arus kendaraan kini dilaporkan ramai lancar.
Menurut Koordinator Humas Pos Komando Dishub Kabupaten Bandung, Ruddy Heryadi, kendaraan yang menuju Garut dan Tasikmalaya dapat melaju dengan kecepatan 40-55 km/jam. Kondisi ini jauh berbeda dengan kepadatan yang terjadi di H-3 dan H-2 Lebaran. "Jauh, hari ini ramai lancar, tidak sepadat kemarin ataupun hari Jumat," ujar Ruddy.
Data Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung mencatat, hingga pukul 18.00 WIB, sebanyak 80.389 kendaraan dari Bandung telah melintas Nagreg menuju Garut dan Tasikmalaya. Sejak H-7 hingga H-1 Lebaran, total 590.151 kendaraan dengan 2.032.526 penumpang telah melintasi jalur tersebut.
Puncak Arus Mudik Telah Terlewati
Puncak arus mudik di Nagreg diperkirakan terjadi pada H-2 Lebaran, Sabtu, 29 Maret 2025, dengan jumlah kendaraan yang melintas mencapai 142.620 unit. Penurunan signifikan jumlah kendaraan di H-1 menunjukkan bahwa kepadatan arus mudik telah mulai mereda.
Kelancaran arus mudik di H-1 ini memberikan angin segar bagi para pemudik yang menuju ke arah timur Jawa Barat. Kecepatan kendaraan yang mencapai 55 km/jam menandakan kondisi lalu lintas yang relatif normal dan terkendali.
Kondisi ini tentunya menjadi kabar baik bagi para pemudik yang masih dalam perjalanan. Mereka dapat melanjutkan perjalanan dengan lebih nyaman dan aman, tanpa harus menghadapi kemacetan panjang yang sering terjadi di jalur Nagreg pada masa mudik Lebaran.
Antisipasi Kemacetan di Masa Mudik
Meskipun arus mudik di H-1 Lebaran sudah lancar, pihak berwenang tetap siaga dan melakukan pemantauan secara intensif. Antisipasi dini dan koordinasi yang baik antara berbagai pihak terkait menjadi kunci keberhasilan dalam mengurai kemacetan dan memastikan kelancaran arus mudik.
Beberapa langkah strategis yang telah dilakukan antara lain penambahan personel di lapangan, pengaturan lalu lintas, dan penyediaan fasilitas pendukung bagi pemudik. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir potensi kemacetan dan memberikan kenyamanan bagi para pemudik.
Dengan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, berbagai instansi terkait telah lebih siap dalam menghadapi arus mudik Lebaran 2025. Koordinasi yang baik antara kepolisian, Dinas Perhubungan, dan instansi terkait lainnya menjadi kunci dalam mengatasi berbagai tantangan yang mungkin muncul.
Data yang dikumpulkan selama periode mudik juga akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan strategi dan pengelolaan lalu lintas di masa mendatang. Tujuannya adalah untuk terus meningkatkan kenyamanan dan keamanan bagi para pemudik di setiap periode mudik Lebaran.
Semoga dengan adanya upaya-upaya tersebut, arus balik Lebaran 2025 juga dapat berjalan dengan lancar dan aman.
Kesimpulan: Lancarnya arus mudik di jalur Nagreg pada H-1 Lebaran 2025 menjadi bukti efektifitas strategi manajemen lalu lintas yang diterapkan. Meskipun puncak kepadatan telah terlewati, pihak berwenang tetap siaga untuk memastikan kelancaran hingga arus balik selesai.