Lonjakan Kendaraan di Jalur Nagreg Capai 100 Persen Selama Mudik Lebaran 2025
Volume kendaraan di jalur Nagreg meningkat drastis hingga 100 persen selama periode mudik Lebaran 2025, mencapai puncaknya pada H-1 Lebaran.

Jalur Nagreg, penghubung Bandung dengan Garut, Tasikmalaya, dan Jawa Tengah, mengalami peningkatan volume kendaraan hingga 100 persen selama periode mudik Lebaran 2025. Peningkatan signifikan ini terpantau sejak H-7 Lebaran, dengan puncaknya diperkirakan pada H-1 Lebaran. Data dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung menunjukkan lonjakan yang cukup signifikan dibandingkan hari-hari biasa.
Menurut Koordinator Humas Dishub Kabupaten Bandung, Ruddy Heryadi, volume kendaraan pada H-4 Lebaran mencapai sekitar 75.000 unit, meningkat dari rata-rata 35.000-38.000 unit pada hari biasa. Meskipun terjadi peningkatan yang signifikan, Ruddy menyebutkan bahwa jika dibandingkan dengan arus mudik tahun sebelumnya, terjadi penurunan volume lalu lintas hingga 15-20 persen setiap harinya. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh beberapa faktor yang masih perlu dianalisis lebih lanjut.
Peningkatan volume kendaraan diprediksi akan terus meningkat hingga puncak arus mudik pada H-1 Lebaran. Libur cuti bersama Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1446 H diperkirakan menjadi faktor pendorong peningkatan volume kendaraan di jalur tersebut. Pantauan di lapangan menunjukkan kepadatan lalu lintas yang cukup tinggi, terutama pada Jumat (28/3) dan Sabtu (29/3), dengan prediksi puncak kepadatan terjadi pada Minggu (30/3) atau H-1 Lebaran.
Lonjakan Kendaraan dan Antisipasi Kemacetan
Data Dishub Kabupaten Bandung mencatat, hingga pukul 12.00 WIB pada Jumat (28/3), sebanyak 67.916 unit kendaraan menuju Garut dan Tasikmalaya telah melintasi jalur Nagreg. Angka ini diprediksi akan terlampaui pada hari berikutnya, mengingat pada 27 Maret 2025 pukul 24.00 WIB, tercatat 74.799 unit kendaraan melintas di jalur yang sama. Kepadatan lalu lintas mulai terasa sejak H-3 Lebaran, sekitar pukul 04.30 WIB.
ANTARA melaporkan, kepadatan kendaraan terlihat sejak simpang empat gerbang tol Cileunyi. Berbagai jenis kendaraan, mulai dari kendaraan pribadi roda empat dan dua dengan plat nomor D, Z, F, dan B, hingga truk, elf, dan bus antar kota, memenuhi jalur Nagreg. Kemacetan sempat terjadi di pertigaan Jalan Raya Nagreg dan jalan keluar Lingkar Nagreg sekitar pukul 05.00 WIB, disebabkan oleh tingginya volume kendaraan dan perlintasan sebidang kereta api.
Dishub Kabupaten Bandung terus memantau dan mengantisipasi potensi kemacetan di jalur Nagreg. Meskipun terjadi peningkatan volume kendaraan yang signifikan, pihak berwenang berupaya untuk memastikan kelancaran arus mudik Lebaran 2025. Upaya-upaya yang dilakukan termasuk pengaturan lalu lintas dan koordinasi dengan pihak terkait.
Analisa Situasi Arus Mudik di Nagreg
Peningkatan volume kendaraan di jalur Nagreg selama mudik Lebaran 2025 mencapai 100 persen merupakan angka yang signifikan dan perlu dikaji lebih lanjut. Meskipun terjadi penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, peningkatan ini tetap menjadi tantangan dalam hal manajemen lalu lintas dan keamanan perjalanan. Data yang dikumpulkan oleh Dishub Kabupaten Bandung menjadi acuan penting dalam perencanaan dan antisipasi untuk tahun-tahun mendatang.
Beberapa faktor yang mungkin berkontribusi terhadap peningkatan volume kendaraan, selain libur cuti bersama, meliputi peningkatan daya beli masyarakat dan kemudahan akses transportasi. Analisis lebih mendalam diperlukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor tersebut dan merumuskan strategi yang efektif dalam mengelola arus mudik di jalur Nagreg pada masa mendatang. Koordinasi antar instansi terkait juga sangat penting untuk memastikan kelancaran dan keamanan perjalanan para pemudik.
Kesimpulannya, peningkatan volume kendaraan di jalur Nagreg selama mudik Lebaran 2025 menjadi perhatian utama. Meskipun terdapat penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, peningkatan hingga 100 persen tetap memerlukan strategi yang komprehensif untuk memastikan kelancaran dan keamanan perjalanan para pemudik. Data dan informasi yang akurat menjadi kunci dalam perencanaan dan antisipasi untuk menghadapi arus mudik di tahun-tahun mendatang.