Puncak Arus Mudik Nagreg Bandung Terlewati, Dominasi Kendaraan Roda Dua
Puncak arus mudik Lebaran 2025 di jalur Nagreg, Kabupaten Bandung telah terlewati pada H-2 Lebaran dengan jumlah kendaraan mencapai 142.620 unit, didominasi sepeda motor.

Arus mudik Lebaran 2025 di jalur Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mencapai puncaknya pada H-2 Lebaran, Sabtu (29/3). Hal ini diungkapkan oleh Koordinator Humas Pos Pengamanan Lebaran Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung, Eric Alam Prabowo. Jumlah kendaraan yang melintas pada hari tersebut tercatat sebanyak 142.620 unit, meningkat sekitar empat persen dibandingkan H-3 Lebaran.
Menurut Eric, peningkatan volume kendaraan tersebut menunjukkan tingginya minat pemudik untuk melewati jalur Nagreg menuju Kabupaten Garut dan Tasikmalaya. Meskipun puncak arus mudik sudah terlewati, Dishub Kabupaten Bandung tetap siaga dan berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas yang masih tinggi, terutama pada H-1 Lebaran.
Dominasi kendaraan roda dua menjadi ciri khas arus mudik di jalur Nagreg. Data yang dihimpun Dishub menunjukkan bahwa sepeda motor mencapai 58 persen dari total kendaraan yang melintas sejak H-7 Lebaran. Hal ini menunjukkan kecenderungan pemudik yang lebih memilih menggunakan sepeda motor sebagai alat transportasi utama mudik Lebaran.
Puncak Arus Mudik dan Rekayasa Lalu Lintas
Data yang dirilis Dishub Kabupaten Bandung menunjukkan bahwa pada H-2 Lebaran, sebanyak 142.620 kendaraan melintasi jalur Nagreg. Angka ini meningkat sekitar empat persen dibandingkan dengan hari sebelumnya, yaitu H-3 Lebaran yang hanya 136.370 kendaraan. Meskipun puncak arus mudik sudah terlewati, pada H-1 Lebaran, hingga pukul 08.00 WIB, tercatat masih ada 38.168 kendaraan yang melintas.
Dishub Kabupaten Bandung bersama kepolisian tetap siaga dan siap melakukan rekayasa lalu lintas jika terjadi kepadatan yang signifikan. Rekayasa lalu lintas yang mungkin dilakukan meliputi sistem buka-tutup jalur atau pengalihan arus ke Garut dan Tasikmalaya. Keputusan akhir mengenai rekayasa lalu lintas tetap berada di tangan pihak kepolisian, namun Dishub siap memberikan dukungan penuh.
"Keputusan rekayasa lalu lintas ada di ranah kepolisian, tetapi kami siap mendukung dengan berbagai fasilitas lalu lintas," ujar Eric Alam Prabowo.
Dominasi Sepeda Motor dan Alternatif Tol
Sepeda motor mendominasi arus mudik di jalur Nagreg dengan persentase mencapai 58 persen. Sejak H-7 Lebaran hingga H-2 Lebaran, tercatat sebanyak 169.892 unit sepeda motor melintas di jalur tersebut. Sementara itu, jumlah kendaraan roda empat mengalami penurunan. Hal ini diduga karena banyak pemudik yang memilih jalur alternatif lain, seperti Tol Cipali dan Tol Cisumdawu.
Kemudahan akses dan adanya program one way serta pengurangan tarif tol di jalur tersebut menjadi faktor utama pemudik lebih memilih menggunakan jalur tol. "Mungkin masyarakat lebih memilih lewat Tol Cipali. Karena memang ada one way, ada juga pengurangan tarif tol, ada juga Tol Cisumdawu dan Cipali," jelas Eric.
Meskipun puncak arus mudik telah terlewati, pihak berwenang tetap mengimbau para pemudik untuk tetap berhati-hati dan mematuhi peraturan lalu lintas selama perjalanan. Koordinasi dan kesiapsiagaan terus dilakukan untuk memastikan kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2025.
Kesimpulan: Puncak arus mudik di jalur Nagreg telah terlewati, namun pihak berwenang tetap siaga menghadapi potensi kepadatan lalu lintas. Dominasi sepeda motor dan pilihan alternatif tol menjadi faktor penting dalam dinamika arus mudik tahun ini.