Normalisasi Sungai: Solusi Atasi Banjir di Lampung?
Wagub Lampung, Jihan Nurlela, mendorong normalisasi sungai sebagai solusi jangka pendek mengatasi banjir yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Lampung setelah hujan deras akhir pekan lalu.

Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Lampung akhir pekan lalu akibat hujan deras telah menyoroti urgensi penanganan bencana serupa di masa mendatang. Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, dalam keterangannya di Bandarlampung pada Senin, 24 Februari 2024, mengungkapkan bahwa normalisasi sungai menjadi salah satu solusi penting untuk mengatasi masalah ini. Bencana alam ini telah berdampak pada berbagai wilayah, termasuk Kota Bandarlampung dan Kabupaten Lampung Selatan, menyebabkan kerugian material dan ketidaknyamanan bagi masyarakat.
Menurut Wagub Jihan, tingginya intensitas curah hujan menjadi penyebab utama banjir yang terjadi. Ia menekankan pentingnya langkah-langkah mitigasi bencana untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang. "Tingginya intensitas curah hujan, mengakibatkan sejumlah wilayah di Provinsi Lampung mengalami bencana banjir," ungkap Jihan. Pernyataan ini menegaskan dampak langsung dari cuaca ekstrem terhadap infrastruktur dan permukiman di Lampung.
Langkah konkret yang diusulkan Wagub Jihan adalah normalisasi sungai sebagai solusi jangka pendek. Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya pembuatan sumur resapan dan pembersihan drainase untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan air. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mencari solusi terpadu untuk mengatasi masalah banjir yang kompleks.
Normalisasi Sungai dan Upaya Mitigasi Banjir
Pemprov Lampung, kata Wagub Jihan, telah berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk melakukan upaya mitigasi bencana banjir. Kolaborasi ini menunjukkan sinergi antar-pemerintah dalam menghadapi tantangan bersama. Dengan bekerja sama, diharapkan upaya pencegahan dan pengurangan risiko banjir dapat lebih efektif.
"Jangka pendek yang harus dilakukan yaitu dengan melakukan normalisasi sungai, kemudian membuat sumur resapan, dan membersihkan drainase," jelas Jihan. Pernyataan ini merinci langkah-langkah praktis yang dapat segera diterapkan untuk mengurangi dampak banjir.
Lebih lanjut, Wagub Jihan menyampaikan bahwa Pemprov Lampung telah menerima bantuan dari pemerintah pusat berupa buffer stock untuk membantu para korban banjir. Bantuan ini menunjukkan kepedulian pemerintah pusat terhadap kondisi masyarakat yang terdampak bencana.
Selain itu, Pemprov Lampung juga sedang berkoordinasi untuk memastikan posko kesehatan dan penanganan pasca-bencana dapat berjalan dengan baik. Koordinasi ini penting untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan efektif.
Dampak Banjir di Lampung
Hujan deras yang terjadi di Kota Bandarlampung pada Jumat (21/2) hingga Sabtu (22/2) dini hari telah mengakibatkan banjir di 14 kecamatan. Data ini menunjukkan luasnya dampak banjir di Kota Bandarlampung.
Tidak hanya Bandarlampung, Kabupaten Lampung Selatan juga terdampak banjir. Sebanyak 403 rumah warga di empat kecamatan terendam banjir. Angka ini menunjukkan bahwa dampak banjir meluas ke berbagai wilayah di Provinsi Lampung.
Wagub Jihan menyampaikan terima kasih kepada Presiden atas perhatiannya kepada masyarakat terdampak banjir melalui bantuan yang disalurkan oleh Kementerian Sosial. Ungkapan terima kasih ini menunjukkan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat dalam penanggulangan bencana.
"Sehingga dengan ini, semoga sebelum banjir terjadi, kita sudah bisa memitigasi," harap Jihan. Pernyataan ini menunjukkan harapan agar upaya mitigasi yang dilakukan dapat mencegah atau setidaknya mengurangi dampak banjir di masa mendatang.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan, diharapkan permasalahan banjir di Provinsi Lampung dapat teratasi secara efektif dan berkelanjutan. Normalisasi sungai, pembuatan sumur resapan, dan pembersihan drainase menjadi langkah-langkah penting yang perlu dijalankan secara konsisten.