Pemkot Bandarlampung Perbaiki Talud dan Tembok Jebol di Campang Jaya Pascabanjir
Pemerintah Kota Bandarlampung bergerak cepat memperbaiki talud dan tembok jebol di Campang Jaya yang menyebabkan banjir, menindaklanjuti instruksi langsung dari Wali Kota Eva Dwiana.

Banjir yang melanda Kelurahan Campang Jaya, Kecamatan Sukabumi, Bandarlampung pada Rabu, 2 April 2024, disebabkan oleh jebolnya talud dan tembok di Jalan Pangeran Tirtayasa. Peristiwa ini mengakibatkan genangan air yang merendam pemukiman warga. Pemkot Bandarlampung, di bawah kepemimpinan Wali Kota Eva Dwiana, langsung merespon kejadian ini dengan mengerahkan tim untuk melakukan perbaikan dan pembersihan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bandarlampung, Dedi Sutioso, menjelaskan bahwa ambruknya talud dan tembok tersebut menutup saluran air, sehingga menyebabkan air meluap ke pemukiman warga saat hujan. Perbaikan segera dilakukan untuk mencegah banjir susulan mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu. "Kami telah menerjunkan tim untuk memperbaiki talud yang jebol agar air tidak masuk ke pemukiman warga," ujar Dedi Sutioso.
Langkah cepat Pemkot Bandarlampung ini merupakan respon langsung atas instruksi Wali Kota Eva Dwiana. Perbaikan infrastruktur dan pembersihan pascabanjir menjadi prioritas utama untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan warga. Kerja sama antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga menjadi kunci keberhasilan penanganan banjir ini.
Perbaikan Infrastruktur dan Pembersihan Sampah
Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bandarlampung memimpin perbaikan talud dan tembok yang jebol. Proses perbaikan ini dilakukan secara cepat dan terkoordinasi dengan OPD lain. Selain perbaikan infrastruktur, pembersihan sisa-sisa reruntuhan juga menjadi fokus utama.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) ditugaskan untuk membersihkan reruntuhan talud dan tembok yang menghalangi aliran air. Hal ini bertujuan untuk memperlancar aliran air dan mencegah terjadinya banjir susulan. Kerja sama antar OPD ini menunjukkan sinergi yang baik dalam penanganan bencana.
Tidak hanya Dinas PU dan DLH, OPD lain seperti Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) juga dikerahkan. Mereka bertugas membersihkan sisa-sisa sedimen yang terbawa air ke pemukiman warga. Pembersihan ini penting untuk mencegah penyakit dan memastikan lingkungan tetap bersih dan sehat.
Koordinasi Antar OPD dan Instruksi Wali Kota
Dedi Sutioso menekankan pentingnya koordinasi antar OPD dalam penanganan banjir ini. Kerja sama yang baik antar OPD menjadi kunci keberhasilan dalam perbaikan infrastruktur dan pembersihan pascabanjir. Semua OPD bekerja sama untuk menyelesaikan masalah ini dengan cepat dan efisien.
Instruksi langsung dari Wali Kota Eva Dwiana untuk fokus memperbaiki infrastruktur, membersihkan sampah, dan melakukan penggalian sedimentasi menjadi pendorong utama percepatan penanganan pascabanjir. Hal ini menunjukkan komitmen Pemkot Bandarlampung dalam memberikan pelayanan terbaik kepada warganya.
Dengan adanya perbaikan talud dan tembok yang jebol, diharapkan kejadian banjir di Kelurahan Campang Jaya tidak akan terulang kembali. Pemkot Bandarlampung terus berkomitmen untuk meningkatkan infrastruktur dan sistem drainase di seluruh wilayah kota untuk mencegah bencana serupa di masa mendatang. Pembersihan sedimen dan sampah juga akan mencegah penyakit dan menjaga kebersihan lingkungan.
Kecepatan respon dan koordinasi antar OPD dalam menangani banjir di Campang Jaya menjadi contoh baik dalam penanggulangan bencana. Hal ini menunjukkan kesiapsiagaan Pemkot Bandarlampung dalam menghadapi berbagai tantangan dan memberikan pelayanan terbaik kepada warganya.
Langkah Antisipasi Banjir di Masa Mendatang
Selain perbaikan langsung pascabanjir, Pemkot Bandarlampung juga perlu melakukan langkah antisipasi untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Hal ini dapat berupa pembangunan infrastruktur yang lebih baik, seperti sistem drainase yang lebih memadai dan perawatan rutin terhadap infrastruktur yang sudah ada.
Penting juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Sampah yang menumpuk dapat menyumbat saluran air dan memperparah risiko banjir. Oleh karena itu, edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat perlu ditingkatkan.
Dengan perbaikan infrastruktur, koordinasi antar OPD yang baik, dan kesadaran masyarakat, diharapkan kejadian banjir di Bandarlampung dapat diminimalisir. Pemkot Bandarlampung terus berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi seluruh warganya.