Pemkot Bengkulu Tertibkan Bangunan Liar di Pantai Panjang: Revitalisasi Wisata Jadi Prioritas
Pemkot Bengkulu menertibkan bangunan liar di Pantai Panjang dan Pantai Jakat untuk revitalisasi kawasan wisata, dengan target rampung pada akhir 2025.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu tengah gencar menertibkan bangunan liar di sepanjang Pantai Panjang hingga Pantai Jakat. Langkah ini merupakan bagian dari program revitalisasi besar-besaran untuk meningkatkan daya tarik kedua objek wisata tersebut. Penertiban dilakukan secara bertahap dan mengedepankan pendekatan humanis, menurut Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, yang diungkapkan dalam pernyataan pada Sabtu, 05 April.
Wali Kota Dedy Wahyudi menjelaskan bahwa penertiban difokuskan pada bangunan-bangunan liar yang menghalangi pemandangan pantai. "Bangunan-bangunan liar kami coba lakukan pendekatan agar jangan mengganggu pemandangan pantai. Dari Pasir Putih sampai Pantai Zakat jangan terhalang view-nya, nanti kita lakukan pendekatan," ujarnya. Saat ini, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait tengah melakukan pendataan bangunan liar yang tersebar di kawasan Pantai Pasir Putih, Pantai Panjang, Pantai Berkas, hingga Pantai Jakat.
Bangunan liar yang sebagian besar didirikan pedagang ini bersifat semi permanen, terbuat dari kayu, papan, dan terpal bekas. Pemkot Bengkulu berkomitmen untuk merevitalisasi kawasan pantai agar lebih menarik bagi wisatawan, sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang memprioritaskan pengelolaan pariwisata. Pantai Panjang ditargetkan menjadi destinasi wisata unggulan Kota Bengkulu.
Revitalisasi Pantai Panjang dan Jakat: Target 2025
Revitalisasi Pantai Panjang dan Pantai Jakat ditargetkan rampung pada akhir tahun 2025. Pemkot Bengkulu kini memiliki kewenangan penuh atas pengelolaan kawasan tersebut setelah menerima surat resmi dari Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan. Hal ini memungkinkan percepatan pelaksanaan revitalisasi.
Wali Kota Dedy Wahyudi menambahkan bahwa penataan kawasan pantai merupakan proses yang panjang dan bertahap. "Saya baru diberitahukan bahwa surat dari Pak Gubernur tentang pengelolaan Pantai Panjang hingga Pantai Jakat kepada Kota Bengkulu telah keluar. Karena waktunya mepet, rencana kami akan langsung dieksekusi," kata Dedy. Selain penertiban bangunan liar, revitalisasi juga mencakup peningkatan infrastruktur, seperti pemasangan lampu jalan yang sedang dirancang oleh Dinas Perhubungan.
Pemkot Bengkulu berupaya agar revitalisasi Pantai Panjang dan Pantai Jakat dapat meningkatkan kunjungan wisatawan. Dengan pengelolaan yang lebih baik, diharapkan kedua pantai ini dapat menjadi ikon wisata Kota Bengkulu yang lebih menarik dan tertata.
Pendekatan Humanis dan Tahapan Revitalisasi
Pemkot Bengkulu menekankan pendekatan humanis dalam penertiban bangunan liar. Proses penertiban dilakukan dengan mempertimbangkan aspek sosial ekonomi para pedagang yang mendirikan bangunan tersebut. Pemkot berkomitmen untuk membantu para pedagang dalam mencari solusi alternatif agar mereka tetap dapat beraktivitas ekonomi tanpa mengganggu keindahan pantai.
Revitalisasi Pantai Panjang dan Pantai Jakat dilakukan secara bertahap. Tahapan ini meliputi penertiban bangunan liar, penataan infrastruktur, dan peningkatan fasilitas wisata. Pemkot Bengkulu berharap revitalisasi ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar melalui peningkatan kunjungan wisatawan.
Pemasangan lampu jalan merupakan salah satu bagian dari revitalisasi infrastruktur. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengunjung pantai pada malam hari. Dengan pencahayaan yang memadai, diharapkan kawasan pantai akan lebih hidup dan menarik, khususnya di malam hari.
Kesimpulan
Penertiban bangunan liar di Pantai Panjang dan Pantai Jakat merupakan langkah awal dari rencana besar Pemkot Bengkulu untuk merevitalisasi kawasan wisata tersebut. Dengan pendekatan humanis dan perencanaan yang matang, diharapkan revitalisasi ini akan sukses meningkatkan daya tarik wisata dan perekonomian masyarakat Kota Bengkulu. Target penyelesaian revitalisasi pada akhir tahun 2025 menunjukkan komitmen Pemkot Bengkulu untuk mewujudkan Pantai Panjang sebagai destinasi wisata unggulan.