Pemprov DKI Jakarta Awasi Distribusi Elpiji 3 Kg Jelang Ramadhan dan Lebaran
Pemprov DKI Jakarta terus memantau pendistribusian elpiji 3 kg untuk memastikan ketersediaan dan harga jual sesuai HET menjelang Ramadhan dan Lebaran.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meningkatkan pengawasan terhadap pendistribusian elpiji 3 kg di seluruh wilayahnya. Hal ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan gas bersubsidi tersebut tetap aman dan tercukupi, terutama menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) seperti Ramadhan dan Idul Fitri. Pengawasan ketat ini melibatkan kerjasama Pemprov DKI Jakarta dan PT Pertamina Patra Niaga, operator penyaluran gas elpiji 3 kg.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, menyatakan bahwa monitoring dilakukan secara intensif ke agen dan pangkalan di lima wilayah kota. Langkah ini penting karena elpiji 3 kg merupakan komoditas penting yang disubsidi pemerintah, sehingga ketersediaannya harus dijamin untuk masyarakat, khususnya mereka yang kurang mampu.
Pengawasan tidak hanya fokus pada kuantitas, tetapi juga pada harga jual. Pemprov DKI Jakarta memastikan harga elpiji 3 kg tetap sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan dalam Peraturan Gubernur Nomor 4 tahun 2015. HET tersebut di Jakarta di tingkat pangkalan adalah Rp 16.000 per tabung di kota administrasi, dan Rp 18.500-19.500 di Kabupaten Administrasi Pulau Seribu.
Distribusi Elpiji 3 Kg di Jakarta
Untuk memastikan kelancaran distribusi, Pemprov DKI Jakarta berkoordinasi dengan PT Pertamina Patra Niaga. Tercatat ada 269 agen dan 5.476 pangkalan elpiji 3 kg yang tersebar di Jakarta. Kerjasama ini bertujuan untuk memetakan potensi kendala dan memastikan penyaluran tepat sasaran.
Pemprov DKI Jakarta juga telah mengusulkan kuota penyediaan gas elpiji 3 kg sebanyak 433.933 metrik ton (MT) melalui Surat Gubernur DKI Jakarta Nomor 29/ES.00.01 tanggal 16 Januari 2025. Kuota ini dihitung untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Jakarta, termasuk selama Ramadhan dan Idul Fitri.
"Monitoring dilakukan bersama PT Pertamina ke agen dan pangkalan di lima wilayah kota," jelas Elisabeth Ratu Rante Allo saat dihubungi. Hal ini menunjukkan komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk memastikan ketersediaan dan aksesibilitas elpiji 3 kg bagi seluruh masyarakat Jakarta.
Menjamin Ketersediaan dan Harga Elpiji 3 Kg
Pengawasan yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta juga bertujuan untuk memastikan elpiji 3 kg sampai ke tangan masyarakat yang berhak menerimanya, terutama masyarakat kurang mampu. Hal ini sejalan dengan tujuan subsidi pemerintah untuk meringankan beban ekonomi masyarakat.
Dengan pengawasan yang ketat dan koordinasi yang baik antara Pemprov DKI Jakarta dan PT Pertamina, diharapkan pendistribusian elpiji 3 kg dapat berjalan lancar dan terkendali, sehingga masyarakat dapat memperoleh gas bersubsidi tersebut dengan harga yang terjangkau dan sesuai HET.
Selain itu, pengawasan ini juga bertujuan untuk mencegah praktik penimbunan atau penjualan di atas HET yang merugikan masyarakat. Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk menindak tegas pihak-pihak yang melanggar aturan tersebut.
Kesimpulan
Langkah Pemprov DKI Jakarta untuk memantau distribusi elpiji 3 kg merupakan upaya proaktif dalam memastikan ketersediaan dan aksesibilitas gas bersubsidi bagi masyarakat, khususnya menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri. Kerjasama dengan PT Pertamina dan pengawasan ketat terhadap harga jual diharapkan dapat mencegah kelangkaan dan memastikan harga tetap terjangkau bagi masyarakat.