Pengangkutan Sampah Pekanbaru Tetap Normal Selama Lebaran, Operator Didesak Antisipasi Lonjakan Limbah Pasca-Idul Fitri
Pemerintah Kota Pekanbaru memastikan layanan pengangkutan sampah tetap berjalan lancar selama Lebaran, namun operator didesak mengantisipasi lonjakan sampah pasca Idul Fitri dan memastikan tidak ada penumpukan sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS).

Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru memastikan layanan pengangkutan sampah tetap beroperasi normal selama periode Lebaran Idul Fitri 1444 Hijriah. Hal ini disampaikan menyusul kekhawatiran akan penumpukan sampah akibat libur panjang. Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, secara khusus telah menginstruksikan operator agar memastikan proses pengangkutan sampah berjalan lancar dan tidak ada kendala yang menyebabkan penumpukan sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS).
Keputusan untuk tetap mengoperasikan layanan pengangkutan sampah ini diambil untuk mencegah penumpukan sampah yang dapat menimbulkan masalah lingkungan dan kesehatan. Pemkot Pekanbaru menyadari bahwa volume sampah cenderung meningkat selama dan setelah periode Lebaran. Oleh karena itu, antisipasi dan langkah-langkah proaktif sangat diperlukan untuk menjaga kebersihan kota.
PT Ella Pratama Perkasa, sebagai operator pengangkutan sampah di Pekanbaru, mendapat penekanan khusus dari Pemkot. Mereka diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah-langkah strategis agar proses pengangkutan sampah tetap efektif dan efisien, bahkan ketika sebagian besar petugas mungkin mengambil cuti Lebaran. Hal ini untuk memastikan tidak ada penumpukan sampah yang signifikan di TPS maupun di berbagai titik di Kota Pekanbaru.
Operator Sampah Didesak Antisipasi Lonjakan Sampah Pasca Lebaran
Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, menekankan pentingnya antisipasi lonjakan volume sampah pasca Idul Fitri. Ia khawatir jika banyak petugas pengangkut sampah yang mengambil cuti Lebaran, maka proses pengangkutan sampah akan terhambat dan menyebabkan penumpukan sampah di berbagai titik. "Apalagi nanti khawatir kita banyak yang libur, kalau memang libur. Seharusnya ada tim yang membantu pengangkutan sampah," katanya. Oleh karena itu, operator diminta untuk menyiapkan strategi khusus agar dapat mengatasi peningkatan volume sampah tersebut.
Anwar juga mendorong operator untuk serius menangani masalah sampah pasca Lebaran. Ia mengakui masih ada beberapa TPS yang mengalami penumpukan sampah dan hal ini harus segera diatasi oleh operator. Operator harus mampu mengantisipasi dan mengatasi masalah ini agar tidak mengganggu kebersihan dan kenyamanan masyarakat Pekanbaru.
Pemkot Pekanbaru telah melakukan rapat koordinasi beberapa waktu lalu dengan melibatkan operator angkutan sampah, lurah, dan camat untuk membahas strategi pengelolaan sampah selama dan pasca Lebaran. Koordinasi dan kolaborasi yang baik antara Pemkot dan operator dinilai sangat penting untuk memastikan kelancaran pengangkutan sampah.
Evaluasi Kinerja Operator dan Koordinasi Antar Instansi
Selain rapat koordinasi tersebut, Pemkot Pekanbaru juga telah melakukan evaluasi kinerja operator angkutan sampah. Evaluasi ini dilakukan untuk memastikan bahwa operator mampu menjalankan tugasnya dengan baik dan efektif. "Kita juga evaluasi kinerja operator, sebab sebelumnya sudah ada rapat juga dengan Pak Wali Kota Pekanbaru," ujar Markarius Anwar. Evaluasi ini menjadi bagian penting dalam upaya Pemkot Pekanbaru untuk meningkatkan kualitas layanan pengangkutan sampah di kota.
Koordinasi yang baik antara Pemkot Pekanbaru, operator pengangkutan sampah, lurah, dan camat sangat penting untuk memastikan kelancaran pengangkutan sampah selama dan setelah Lebaran. Dengan adanya koordinasi yang baik, diharapkan tidak ada penumpukan sampah yang signifikan dan kebersihan kota tetap terjaga.
Langkah-langkah yang telah dan akan diambil oleh Pemkot Pekanbaru menunjukkan komitmen mereka untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan masyarakat Pekanbaru, bahkan selama periode libur panjang seperti Lebaran. Perhatian khusus diberikan kepada antisipasi lonjakan sampah pasca Lebaran, memastikan bahwa operator siap menghadapi tantangan tersebut.
Dengan adanya evaluasi kinerja dan koordinasi yang intensif, diharapkan layanan pengangkutan sampah di Pekanbaru dapat berjalan optimal dan permasalahan sampah dapat diatasi dengan baik.