Petugas Kebersihan Lombok Tengah Tetap Siaga, Tangani Lonjakan Sampah Lebaran
Meskipun libur Lebaran, petugas kebersihan di Lombok Tengah tetap bekerja keras membersihkan sampah yang meningkat hingga 90 ton per hari, imbauan pengelolaan sampah dari rumah disampaikan pada masyarakat.

Petugas kebersihan di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), tetap bertugas membersihkan sampah selama libur Lebaran 2025, meskipun masyarakat masih menikmati masa libur Idul Fitri 1446 Hijriah. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lombok Tengah, Lalu Sarkin Junaidi, pada Rabu, 2 April 2025. Mereka kembali bekerja seperti biasa pasca libur Hari Raya Idul Fitri, menangani peningkatan volume sampah yang signifikan akibat arus mudik.
Bahkan pada malam Lebaran, petugas kebersihan tetap berjibaku membersihkan sisa-sisa sampah dari pawai lampion Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah dan kegiatan menjelang akhir Ramadhan. Komitmen ini menunjukkan dedikasi tinggi dalam menjaga kebersihan Lombok Tengah, meskipun dalam suasana libur panjang. "Kami tetap berupaya memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan di Lombok Tengah," ujar Lalu Sarkin Junaidi.
Peningkatan volume sampah selama Ramadhan dan arus mudik Lebaran 2025 cukup signifikan. Dari biasanya 60 ton per hari, jumlah sampah meningkat hingga 80-90 ton per hari. Lonjakan ini menjadi tantangan tersendiri bagi petugas kebersihan yang tetap bertugas di tengah libur panjang. "Volume sampah pada Lebaran ini mengalami peningkatan mencapai 90 ton per hari," ungkap Sarkin.
Imbauan Pengelolaan Sampah dari Rumah
Menanggapi peningkatan volume sampah tersebut, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lombok Tengah mengimbau masyarakat untuk proaktif dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Masyarakat dihimbau untuk melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah, memisahkan sampah organik dan anorganik, sehingga sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) hanya sampah yang benar-benar tidak dapat didaur ulang. Hal ini akan sangat membantu mengurangi beban kerja petugas kebersihan.
Selain pemilahan sampah, masyarakat juga diminta untuk membuang sampah pada tempatnya. Dengan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan, proses pengangkutan sampah akan menjadi lebih efisien dan efektif. "Buang sampah pada tempatnya untuk membantu kami dalam bekerja," pesan Sarkin Junaidi.
Lebih lanjut, Sarkin Junaidi menjelaskan bahwa petugas kebersihan memiliki keterbatasan dalam mendeteksi lokasi pembuangan sampah sembarangan. Oleh karena itu, partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan dalam melaporkan lokasi pembuangan sampah yang tidak bertanggung jawab. Petugas siap untuk menindaklanjuti laporan tersebut dan mengangkut sampah ke TPA.
Partisipasi Masyarakat Kunci Kebersihan Lombok Tengah
Keberhasilan dalam menjaga kebersihan Lombok Tengah tidak hanya bergantung pada kerja keras petugas kebersihan, tetapi juga pada kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat. Dengan menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dan membuang sampah pada tempatnya, masyarakat dapat berkontribusi signifikan dalam menjaga kebersihan lingkungan. Kerja sama yang baik antara petugas kebersihan dan masyarakat sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.
Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah berharap agar masyarakat dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Dengan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat, diharapkan volume sampah dapat ditekan dan petugas kebersihan dapat bekerja dengan lebih efisien. Kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama, dan dibutuhkan kerjasama yang optimal untuk mencapainya.
"Menjaga kebersihan dari sampah ini membutuhkan partisipasi masyarakat," tegas Sarkin Junaidi. Dengan komitmen bersama, Lombok Tengah dapat tetap bersih dan nyaman meskipun di tengah libur panjang seperti Lebaran.