Sampah Lebaran di Lebak Naik 20 Persen, DLH Minta Warga Buang Sampah pada Tempatnya
Volume sampah di Kabupaten Lebak meningkat 20 persen selama Lebaran 2025, mencapai 120 ton per hari, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengimbau masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya.

Kabupaten Lebak, Banten, mengalami peningkatan volume sampah rumah tangga hingga 20 persen selama libur Lebaran 2025. Peningkatan ini terpantau di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Dengung dan Cihara, dengan total sampah mencapai 120 ton per hari, melebihi volume normal 100 ton per hari. Kenaikan ini terjadi dari H-1 hingga H+3 Lebaran, disebabkan meningkatnya konsumsi masyarakat selama periode tersebut.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak, Iwan Sutikno, menjelaskan bahwa peningkatan sampah tersebut meliputi sampah organik dan non-organik. Lonjakan ini dipicu oleh meningkatnya kebutuhan konsumsi masyarakat akan berbagai makanan dan minuman khas Lebaran. "Oleh karena itu, dipastikan limbah sampah khususnya dari rumah tangga terjadi peningkatan baik sampah organik maupun sampah non organik," ujar Iwan Sutikno.
Menyikapi hal ini, DLH Kabupaten Lebak mengimbau masyarakat untuk lebih disiplin dalam membuang sampah. "Kami minta masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan dan buang sampah pada tempatnya yang telah disediakan pemerintah daerah," imbau Iwan Sutikno. Pihaknya telah melakukan berbagai persiapan sebelum Lebaran, termasuk menyiapkan personel dan kendaraan operasional untuk mengantisipasi lonjakan sampah.
Antisipasi Lonjakan Sampah Lebaran di Kabupaten Lebak
Meskipun menghadapi kendala kekurangan personel dan kendaraan, DLH Kabupaten Lebak berupaya maksimal agar tidak terjadi penumpukan sampah. Sebanyak 148 personel petugas kebersihan dan 13 kendaraan dikerahkan selama periode Lebaran untuk menangani sampah di berbagai titik, termasuk tempat penampungan sementara (TPS) di pemukiman warga dan Pasar Rangkasbitung. Upaya ini dilakukan untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan selama dan pasca Lebaran.
DLH Lebak mengakui adanya keterbatasan sumber daya manusia dan armada dalam mengelola sampah. Namun, komitmen untuk menjaga kebersihan tetap diutamakan. Petugas kebersihan bekerja keras untuk memastikan sampah tertangani dengan baik dan mencegah penumpukan yang dapat menimbulkan masalah kesehatan dan lingkungan.
Persiapan yang dilakukan sebelum Lebaran meliputi penambahan petugas dan pengadaan kendaraan operasional untuk mengangkut sampah. Meskipun jumlahnya masih kurang ideal, DLH Lebak berupaya mengoptimalkan sumber daya yang ada untuk mengatasi lonjakan sampah selama periode Lebaran. Mereka berupaya memastikan tidak terjadi penumpukan sampah di TPS maupun pasar.
Dampak Peningkatan Konsumsi terhadap Volume Sampah
Peningkatan volume sampah selama Lebaran 2025 di Kabupaten Lebak mencerminkan peningkatan konsumsi masyarakat. Berbagai makanan dan minuman khas Lebaran yang dikonsumsi menghasilkan limbah dalam jumlah besar, baik organik maupun non-organik. Hal ini menjadi tantangan bagi pemerintah daerah dalam mengelola sampah dan menjaga kebersihan lingkungan.
Data menunjukkan bahwa volume sampah meningkat signifikan selama periode H-1 hingga H+3 Lebaran. Kondisi ini memerlukan strategi pengelolaan sampah yang efektif dan efisien, termasuk edukasi kepada masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya dan memilah sampah.
Pentingnya kesadaran masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya menjadi kunci keberhasilan dalam mengatasi masalah sampah. Partisipasi aktif masyarakat sangat diperlukan untuk menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan, khususnya selama dan setelah periode perayaan Lebaran.
DLH Kabupaten Lebak berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan kebersihan dan mengoptimalkan pengelolaan sampah. Mereka berharap kerjasama dari masyarakat dapat menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh warga Kabupaten Lebak.
Meskipun terdapat kendala dalam hal sumber daya, DLH Kabupaten Lebak memastikan bahwa petugas kebersihan mampu melaksanakan tugasnya dengan maksimal. Mereka berupaya untuk mewujudkan Kabupaten Lebak sebagai kota yang bersih dan nyaman bagi seluruh masyarakatnya. 'Kami menjamin petugas kebersihan mampu melaksanakan tugas agar terwujud Lebak sebagai kota bersih dan nyaman,' kata Iwan Sutikno.