Perusahaan Swasta Bantu Perbaikan 10 Rumah Tak Layak Huni di Kudus
PT Nojorono dan LAZISNU berkolaborasi memperbaiki 10 rumah tidak layak huni di Kudus, Jawa Tengah, sebagai bentuk kepedulian sosial perusahaan swasta terhadap masyarakat.

Kudus, 27 Maret 2024 - Sebanyak 10 rumah tidak layak huni di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mendapatkan bantuan perbaikan dari perusahaan swasta. Bupati Kudus, Sam'ani Intakoris, menyampaikan apresiasi atas kepedulian PT Nojorono yang telah berpartisipasi dalam program bedah rumah tidak layak huni (RTLH) ini. Kerja sama ini merupakan wujud nyata komitmen perusahaan dalam membantu pengentasan kemiskinan di daerah.
Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan di Pendopo Kabupaten Kudus pada Kamis lalu. Bupati Sam'ani Intakoris mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada PT Nojorono dan Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) atas kolaborasi yang telah berhasil memperbaiki 10 rumah menjadi layak huni. Ia menekankan bahwa masih banyak rumah tidak layak huni di Kabupaten Kudus, sehingga dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan.
Bupati juga menghimbau kepada para kepala desa untuk aktif melakukan identifikasi rumah tidak layak huni di wilayahnya masing-masing. Data tersebut kemudian dapat dilaporkan ke Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kudus untuk diproses dan mendapatkan bantuan program bedah rumah. Selain APBD, berbagai perusahaan besar di Kudus juga aktif berkontribusi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), termasuk PT Nojorono, PT Sukun, PT Djarum, dan PT Pura.
Kolaborasi untuk Rumah Layak Huni
CSR Manager PT Nojorono, T. Sugianto, mengaku awalnya terkejut masih menemukan rumah tidak layak huni di Kabupaten Kudus. Setelah melakukan pemetaan, terpilihlah 10 rumah di sembilan kecamatan yang menjadi sasaran program bedah rumah ini. "Untuk sementara ada 10 rumah yang kami bantu perbaiki melalui program bedah rumah. Selain di Kudus juga kami melaksanakan program serupa dengan sasaran 10 rumah di Kebumen," ujar Sugianto.
PT Nojorono tidak hanya fokus pada perbaikan rumah. Dalam kesempatan yang sama, perusahaan juga memberikan santunan kepada anak yatim dan piatu karyawan. Ketua LAZISNU PWNU Jateng, Muh Mahsun, menjelaskan bahwa LAZISNU juga memiliki program bedah rumah mandiri dan senang dapat berkolaborasi dengan PT Nojorono.
Muh Mahsun mengajak masyarakat untuk berpartisipasi melalui donasi melalui Koin NU, sebuah kotak infak NU yang dananya akan digunakan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, termasuk program bedah rumah. Dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun swasta, sangat krusial dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Dampak Positif CSR PT Nojorono
Pelaksana tugas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jateng, Sakina Rosellasari, memberikan apresiasi tinggi kepada PT Nojorono atas komitmen CSR-nya, tidak hanya di Kudus tetapi juga di Kebumen. Program CSR PT Nojorono memiliki dampak luas, meliputi penurunan angka stunting, pelestarian kebudayaan caping kalo, edukasi Museum Kretek, bantuan untuk anak yatim, gereja dan mushala, pelatihan keahlian warga di bidang kerajinan pandan, serta program bedah rumah dengan total dana mencapai Rp1,19 miliar.
Program CSR PT Nojorono menunjukkan komitmen perusahaan dalam pembangunan berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah daerah, perusahaan swasta, dan lembaga sosial seperti LAZISNU menjadi kunci keberhasilan program bedah rumah ini. Semoga program serupa dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.
Keberhasilan program ini diharapkan dapat menginspirasi perusahaan-perusahaan lain untuk turut berkontribusi dalam pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Partisipasi aktif dari berbagai pihak sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya bagi mereka yang tinggal di rumah tidak layak huni.