Pj Gubernur Sulsel Paparkan Program MBG dan CKG di Peringatan Isra Mi'raj UNM
Penjabat Gubernur Sulsel, Fadjry Djufry, memaparkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) Presiden Prabowo Subianto di peringatan Isra Mi'raj UNM, menekankan efisiensi anggaran untuk program pro-rakyat.

Makassar, 14 Februari 2025 - Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Fadjry Djufry, menyampaikan sejumlah program prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam peringatan Isra Mi'raj di Masjid Nurul Ilmi, Universitas Negeri Makassar (UNM). Fokus paparannya meliputi dua program utama: Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Tantangan dan Solusi
Fadjry Djufry melaporkan perkembangan program MBG, yang bertujuan untuk meningkatkan gizi anak-anak Indonesia. "Alhamdulillah, program MBG telah menjangkau banyak anak-anak kita," ujarnya. Namun, ia juga menjelaskan tantangan yang dihadapi. Anggaran yang tersedia saat ini baru sekitar Rp71 triliun, sementara kebutuhan dana mencapai Rp400 triliun. Oleh karena itu, pemerintah tengah fokus pada efisiensi anggaran agar program ini dapat berjalan efektif dan menjangkau lebih banyak anak.
Efisiensi anggaran menjadi kunci keberhasilan program MBG. Pemerintah berupaya untuk mengoptimalkan setiap rupiah yang dialokasikan, memastikan setiap anak mendapatkan manfaat maksimal dari program ini. Langkah-langkah konkret yang diambil untuk mencapai efisiensi tersebut belum dijelaskan secara rinci dalam kesempatan tersebut.
Program Cek Kesehatan Gratis (CKG): Menjangkau 287 Juta Jiwa
Selain MBG, Fadjry Djufry juga memaparkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diluncurkan serentak di seluruh Indonesia pada 10 Februari 2025. Program ini merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan untuk meningkatkan akses kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat.
CKG menargetkan pemeriksaan kesehatan gratis untuk seluruh kelompok umur, mulai dari bayi usia nol hingga lima tahun, anak sekolah (SD, SMP, SMA), hingga lanjut usia. Sasaran program ini sangat luas, mencakup 287 juta jiwa penduduk Indonesia. Hal ini tentu membutuhkan anggaran yang sangat besar, sehingga efisiensi dan perencanaan yang matang menjadi sangat krusial.
Program CKG ini diharapkan dapat mendeteksi dini berbagai penyakit dan masalah kesehatan, sehingga dapat dilakukan penanganan yang tepat dan mencegah komplikasi di kemudian hari. Dengan cakupan yang luas, program ini berpotensi besar untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia secara signifikan.
Efisiensi Anggaran: Fokus pada Program Pro-Rakyat
Fadjry Djufry menekankan arahan Presiden Prabowo Subianto agar seluruh Gubernur, Wali Kota, dan Bupati memprioritaskan efisiensi anggaran. Presiden menginginkan agar program-program pemerintah benar-benar berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memastikan setiap rupiah yang dibelanjakan memberikan manfaat optimal bagi rakyat.
Dengan kata lain, pemerintah berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap program yang dijalankan benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Efisiensi anggaran bukan hanya sekadar penghematan, melainkan juga strategi untuk memastikan keberlanjutan dan dampak maksimal dari setiap program.
Apresiasi dari Rektor UNM
Rektor UNM, Prof. Karta Jayadi, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Pj Gubernur Sulsel dalam acara peringatan Isra Mi'raj tersebut. Ia menganggap kehadiran Fadjry Djufry sebagai suatu kehormatan dan kesempatan berharga bagi civitas akademika UNM untuk bersilaturahmi dan mendengarkan langsung paparan program-program pemerintah.
Kehadiran Pj Gubernur dalam acara keagamaan ini juga menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjalin hubungan baik dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk perguruan tinggi. Hal ini penting untuk menciptakan sinergi dan kolaborasi dalam membangun Indonesia yang lebih baik.
Kesimpulan
Paparan Pj Gubernur Sulsel di UNM memberikan gambaran mengenai komitmen pemerintah dalam menjalankan program-program pro-rakyat, khususnya MBG dan CKG. Tantangan utama yang dihadapi adalah besarnya anggaran yang dibutuhkan, sehingga efisiensi menjadi kunci keberhasilan. Komitmen pemerintah untuk memprioritaskan program yang berdampak langsung pada masyarakat menjadi harapan besar bagi peningkatan kesejahteraan rakyat Indonesia.