Proyek Jalan Rp49,5 Miliar di Penajam Paser Utara Tetap Berjalan di Tengah Efisiensi Anggaran
Meskipun banyak proyek infrastruktur di Penajam Paser Utara terdampak efisiensi anggaran, proyek peningkatan jalan dan drainase senilai Rp49,5 miliar tetap berjalan berkat bantuan keuangan (bankeu) Provinsi Kalimantan Timur.

Penajam Paser Utara, 25 Maret 2024 - Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang tengah diterapkan, proyek peningkatan jalan dan drainase di Kabupaten Penajam Paser Utara tetap berjalan. Proyek senilai kurang lebih Rp49,5 miliar ini dibiayai oleh bantuan keuangan (bankeu) dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Penajam Paser Utara, Petriandy Ponganton Pasulu, menjelaskan bahwa proyek fisik yang menggunakan anggaran bankeu dan Dana Bagi Hasil (DBH) kelapa sawit tidak terdampak efisiensi. Hal ini disampaikannya di Penajam, Selasa lalu. "Proyek fisik anggaran dari bankeu dan DBH kelapa sawit tidak terkena efisiensi," ujar Petriandy.
Keputusan ini memberikan angin segar bagi pembangunan infrastruktur di daerah tersebut, mengingat sejumlah proyek lain terpaksa dihentikan akibat rasionalisasi anggaran.
Proyek yang Terdampak dan Tidak Terdampak Efisiensi
Sebaliknya, sejumlah proyek fisik lain yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) pemerintah pusat senilai sekitar Rp32,3 miliar harus dihentikan karena terkena rasionalisasi. Beberapa proyek yang terdampak antara lain peningkatan jalan Babulu Darat-Sebakung Jaya (Rp8,9 miliar), peningkatan Jalan Rawa Mulia-Sumber Sari (Rp11,5 miliar), dan pembangunan Jembatan Sebakung Jaya-Petiku (Rp11,9 miliar).
Berbeda dengan proyek DAK, proyek yang dibiayai bankeu Provinsi Kalimantan Timur tetap berjalan. Proyek-proyek tersebut meliputi peningkatan Jalan Sarang Alang-Babulu Laut (Rp20 miliar), pembangunan Jalan Sebakung Jaya-Petiku (Rp15 miliar), dan Jalan Gunung Mulia-Sebakung Jaya (Rp12 miliar). Selain itu, dua proyek drainase di Kecamatan Babulu senilai Rp2,5 miliar juga dapat dilanjutkan.
Petriandy menambahkan bahwa proyek fisik yang menggunakan dana DBH perkebunan kelapa sawit juga tidak terdampak efisiensi. Salah satu contohnya adalah peningkatan jalan di Kecamatan Waru dengan anggaran sekitar Rp3 miliar.
Proses Lelang dan Tahapan Selanjutnya
Saat ini, dokumen pengerjaan proyek fisik yang bersumber dari bankeu provinsi dan DBH kelapa sawit tengah dalam proses penyelesaian untuk selanjutnya dilelang di Unit Layanan Pengadaan (ULP). Proses lelang ini menjadi tahapan penting sebelum proyek-proyek tersebut dapat dimulai secara resmi.
Dengan tetap berjalannya proyek-proyek infrastruktur penting ini, diharapkan pembangunan di Kabupaten Penajam Paser Utara tetap dapat berjalan optimal meskipun di tengah tantangan efisiensi anggaran.
Semoga proyek ini dapat berjalan lancar dan selesai tepat waktu, sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Penajam Paser Utara.