Rp17 Miliar untuk Transportasi Publik Palu: 36 Armada Baru dan Harapan Peningkatan Kesejahteraan
Pemkot Palu menggelontorkan Rp17,12 miliar untuk meningkatkan layanan transportasi publik di tahun 2025, dengan target 36 unit armada baru dan harapan peningkatan kesejahteraan warga.

Pemerintah Kota (Pemkot) Palu, Sulawesi Tengah, mengalokasikan anggaran sebesar Rp17,12 miliar untuk layanan transportasi publik pada tahun 2025. Anggaran tersebut ditujukan untuk penyediaan angkutan umum orang dan/atau barang antar kota dalam satu daerah, seperti tercantum dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Palu tahun 2025. Program ini berada di bawah naungan Dinas Perhubungan Kota Palu, dengan target penyediaan 36 unit armada baru untuk menunjang sistem transportasi kota.
Program ini merupakan bagian dari program prioritas Pemkot Palu untuk misi ‘mantap melayani’, khususnya dalam program prioritas pembangunan Kota Palu untuk reformasi dan revitalisasi moda transportasi. Target tersebut diharapkan dapat mengatasi permasalahan transportasi di Palu yang selama ini masih belum optimal, seperti minimnya jumlah angkutan umum terdata di Organda, operasional angkutan kota yang tidak sesuai trayek, dan kurangnya pelaksanaan uji KIR.
Pembangunan transportasi massal di Kota Palu menjadi fokus utama di tahun 2025 karena dampaknya yang signifikan terhadap mobilitas warga, perekonomian, dan aspek sosial. Dengan tersedianya transportasi umum yang efektif, diharapkan warga dapat lebih mudah menjangkau tempat kerja, sekolah, dan berbagai fasilitas umum lainnya, sehingga meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Hal ini sejalan dengan program Bus Rapid Transit (BRT) yang telah berjalan dan diharapkan dapat semakin meningkatkan efisiensi transportasi umum di Kota Palu.
Investasi Besar untuk Transportasi Publik Palu
Anggaran Rp17,12 miliar yang dialokasikan untuk program ini menunjukkan komitmen Pemkot Palu dalam meningkatkan kualitas layanan transportasi publik. Dana tersebut akan digunakan untuk pengadaan armada baru, perbaikan infrastruktur pendukung, dan kemungkinan pelatihan bagi para pengemudi. Target 36 unit armada baru diharapkan dapat secara signifikan meningkatkan kapasitas dan jangkauan layanan transportasi umum di Kota Palu.
Program ini juga diharapkan dapat mengurangi kemacetan lalu lintas dan polusi udara di kota. Dengan tersedianya pilihan transportasi umum yang nyaman dan terjangkau, diharapkan masyarakat akan beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum, sehingga mengurangi jumlah kendaraan di jalan raya.
Selain itu, program ini juga akan memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal. Pengadaan armada baru akan membuka lapangan kerja baru, baik secara langsung maupun tidak langsung. Peningkatan aksesibilitas juga akan memudahkan masyarakat dalam beraktivitas ekonomi, sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.
Trans Palu: Langkah Awal Menuju Transportasi Publik yang Lebih Baik
Sebagai langkah awal, Pemkot Palu telah meluncurkan program bus Trans Palu pada 1 Oktober 2024. Program ini dikelola oleh PT Bagong Dekaka Makmur, dengan Pemkot Palu bertindak sebagai pembeli jasa. Layanan ini awalnya gratis bagi seluruh masyarakat di semua koridor, namun mulai berbayar sejak 1 Januari 2025 dengan tarif Rp5.000 untuk penumpang umum dan Rp2.500 untuk pelajar.
Keberhasilan program Trans Palu menjadi indikator penting dalam keberhasilan program transportasi publik yang lebih besar di tahun 2025. Pengalaman dan data yang diperoleh dari program Trans Palu akan menjadi acuan penting dalam perencanaan dan pelaksanaan program penyediaan 36 unit armada baru tersebut. Evaluasi terhadap program Trans Palu akan menjadi kunci untuk memastikan program yang lebih besar di tahun 2025 berjalan efektif dan efisien.
Dengan adanya program ini, diharapkan masyarakat Kota Palu dapat menikmati sistem transportasi publik yang lebih terintegrasi, efisien, dan terjangkau, sehingga berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Program ini juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia dalam upaya meningkatkan kualitas layanan transportasi publik. Dengan investasi yang tepat dan perencanaan yang matang, sistem transportasi publik yang handal dan efisien dapat terwujud, sehingga meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Keberhasilan program ini akan sangat bergantung pada koordinasi dan kerjasama yang baik antara Pemkot Palu, PT Bagong Dekaka Makmur, dan masyarakat Kota Palu. Partisipasi aktif dari seluruh pemangku kepentingan sangat penting untuk memastikan keberhasilan program ini.