Rumah Ambruk di Jember, Tiga Warga Terluka dan Trauma
Musibah rumah ambruk di Desa Sukowono, Jember, mengakibatkan tiga orang terluka dan trauma berat; BPBD Jember telah memberikan bantuan dan koordinasi dengan dinas terkait.

Pada Minggu malam, 30 Maret 2024, pukul 22.30 WIB, sebuah musibah menimpa warga Desa Sukowono, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Sebuah rumah ambruk dan menyebabkan tiga orang penghuninya mengalami luka-luka. Kejadian ini terjadi di sebuah rumah berukuran 5 x 9 meter yang kondisinya sudah rapuh. Ketiga korban, yaitu Reni Wildatul (36 tahun), Juhrani (64 tahun), dan Riski (17 tahun), tengah berada di dalam rumah saat kejadian nahas tersebut terjadi.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Widodo Julianto, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa rumah tersebut roboh karena kondisi bangunan yang sudah tua dan kayu penyangganya rapuh. Kejadian ini menimbulkan keprihatinan mengingat kondisi bangunan yang tidak lagi layak huni.
Akibat kejadian ini, Reni mengalami nyeri dada, Juhrani menderita luka robek di dahi kiri, dan Riski mengalami luka lecet dan nyeri badan. Ketiganya kini diungsikan ke rumah saudara mereka karena rumah mereka sudah tidak dapat dihuni lagi. Selain luka fisik, para korban juga mengalami trauma berat akibat kejadian tersebut.
Korban Trauma dan Mendapat Bantuan
BPBD Jember bergerak cepat menanggapi kejadian ini. Selain memberikan bantuan kepada para korban, BPBD juga telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Cipta Karya untuk menangani kerusakan rumah. Koordinasi juga dilakukan dengan Dinas Sosial untuk memastikan ketersediaan logistik bagi para korban.
Widodo Julianto menambahkan bahwa bantuan yang diberikan meliputi kebutuhan dasar para korban. Pihaknya juga memastikan para korban mendapatkan perawatan medis yang memadai dan dukungan psikologis untuk mengatasi trauma yang mereka alami. Pemulihan mental korban menjadi prioritas utama selain pemenuhan kebutuhan fisik.
Kondisi rumah yang ambruk tersebut dinilai sudah tidak layak huni dan membutuhkan perbaikan yang signifikan. BPBD Jember akan terus memantau perkembangan kondisi para korban dan memastikan mereka mendapatkan bantuan yang dibutuhkan hingga kondisi mereka membaik.
Imbauan Kewaspadaan Cuaca Ekstrem
Sebagai langkah antisipasi, Widodo Julianto mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem. Hujan deras yang disertai angin kencang akhir-akhir ini perlu diwaspadai karena berpotensi menyebabkan kerusakan bangunan dan menimbulkan korban jiwa. Masyarakat dihimbau untuk memeriksa kondisi bangunan rumah masing-masing dan melakukan perbaikan jika diperlukan.
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya menjaga keselamatan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana alam. Perbaikan dan perawatan rumah secara berkala sangat penting untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali. Masyarakat juga diharapkan untuk segera melaporkan jika menemukan kondisi bangunan yang rawan ambruk kepada pihak berwenang.
BPBD Jember berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan siap siaga menghadapi berbagai potensi bencana. Kerja sama dan kepedulian semua pihak sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi seluruh warga Jember.