Semeru Erupsi! Kolom Letusan Capai 800 Meter, PVMBG Keluarkan Rekomendasi
Gunung Semeru di Jawa Timur erupsi empat kali pada Sabtu pagi dengan kolom letusan setinggi 800 meter, PVMBG mengeluarkan rekomendasi penting bagi masyarakat sekitar.

Gunung Semeru, gunung tertinggi di Pulau Jawa, kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya dengan erupsi yang terjadi sebanyak empat kali pada Sabtu, 29 Maret 2024. Erupsi tersebut memuntahkan kolom letusan dengan ketinggian yang mengkhawatirkan, mencapai 800 meter di atas puncak gunung. Kejadian ini terjadi di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, menimbulkan kekhawatiran dan kewaspadaan bagi penduduk sekitar.
Menurut laporan tertulis Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, erupsi pertama terjadi pukul 04.46 WIB dengan tinggi kolom letusan 800 meter di atas puncak (4.176 meter di atas permukaan laut). Erupsi susulan terjadi beberapa menit kemudian, tepatnya pukul 04.52 WIB, dengan ketinggian yang sama. Aktivitas vulkanik berlanjut pada pukul 06.44 WIB dengan kolom letusan setinggi 600 meter dan erupsi terakhir pada pukul 08.06 WIB dengan kolom letusan setinggi 500 meter di atas puncak.
Kolom abu vulkanik yang dihasilkan erupsi teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal, mengarah ke timur laut. Aktivitas vulkanik ini terekam oleh seismograf dengan amplitudo maksimum bervariasi antara 22 hingga 23 mm dan durasi antara 143 hingga 148 detik. PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) langsung merespon kejadian ini dengan mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting untuk keselamatan masyarakat.
Rekomendasi Penting PVMBG Pasca Erupsi Gunung Semeru
Menyikapi erupsi Gunung Semeru, PVMBG mengeluarkan beberapa rekomendasi penting yang harus dipatuhi oleh masyarakat sekitar. Rekomendasi tersebut bertujuan untuk meminimalisir risiko bahaya yang ditimbulkan oleh aktivitas vulkanik gunung tersebut. Masyarakat diimbau untuk mematuhi rekomendasi ini dengan serius demi keselamatan diri dan keluarga.
Pertama, PVMBG melarang segala bentuk aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh delapan kilometer dari puncak gunung (pusat erupsi). Zona ini dianggap sangat rawan terhadap bahaya aliran awan panas dan lahar. Selain itu, masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan, karena potensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 13 kilometer dari puncak.
Sebagai tindakan pencegahan, masyarakat juga diimbau untuk tidak beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru. Hal ini dikarenakan potensi bahaya lontaran batu pijar yang sangat tinggi di area tersebut. PVMBG juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar hujan di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Potensi lahar juga perlu diwaspadai di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.
Kesimpulannya, erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada Sabtu pagi merupakan peristiwa yang perlu diwaspadai. Masyarakat di sekitar Gunung Semeru diimbau untuk selalu mengikuti arahan dan rekomendasi dari PVMBG serta selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya yang mungkin terjadi. Penting untuk selalu mengutamakan keselamatan dan mengikuti prosedur evakuasi jika diperlukan.