SMK Negeri 1 Yembun Butuh Tiga Ruang Kelas Baru
SMK Negeri 1 Yembun di Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya kekurangan ruang kelas dan membutuhkan tambahan tiga ruang kelas baru untuk memenuhi kebutuhan siswa yang terus meningkat.

SMK Negeri 1 Yembun, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, tengah menghadapi tantangan serius dalam menunjang proses belajar mengajar. Sekolah kejuruan ini membutuhkan tambahan tiga ruang kelas baru (RKB) untuk mengakomodasi jumlah siswa yang terus meningkat. Minimnya fasilitas ini berdampak langsung pada kualitas pendidikan yang diberikan kepada para siswa.
Berdasarkan laporan Kepala Sekolah, Agustinus Naa, pada Kamis, 27 Februari 2024, animo masyarakat untuk menyekolahkan anak-anak mereka di SMK Negeri 1 Yembun sangat tinggi. Tingginya minat ini, sayangnya, berbenturan dengan keterbatasan sarana dan prasarana yang ada di sekolah tersebut. Kondisi ini mengharuskan pihak sekolah untuk berpikir kreatif dalam mengatasi kendala yang dihadapi.
Saat ini, SMK Negeri 1 Yembun hanya memiliki tiga ruang kelas, dengan satu di antaranya merupakan ruang kelas non-permanen. Keadaan ini jelas tidak ideal untuk menampung jumlah siswa yang ada dan berpotensi menghambat proses belajar mengajar yang efektif dan efisien. Oleh karena itu, pembangunan tiga RKB baru menjadi kebutuhan mendesak yang harus segera dipenuhi.
Minimnya Fasilitas Menghambat Proses Belajar Mengajar
Dengan jumlah siswa sebanyak 44 orang yang terbagi dalam tiga kelas (kelas 1: 21 siswa, kelas 2: 12 siswa, kelas 3: 11 siswa), kekurangan ruang kelas memaksa SMK Negeri 1 Yembun untuk memanfaatkan alam sebagai tempat belajar dan praktik. Meskipun metode ini kreatif, namun tetap tidak dapat menggantikan fungsi dan manfaat dari ruang kelas yang memadai.
Agustinus Naa menjelaskan bahwa kebutuhan akan tiga RKB tambahan telah disampaikan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Barat Daya. Namun, hingga saat ini, belum ada jawaban resmi terkait permohonan tersebut. Pihak sekolah berharap agar permohonan ini segera dikabulkan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar yang lebih optimal.
"Kita berdoa supaya segera terjawab dan bisa mendukung kegiatan belajar di sekolah itu," kata Agustinus Naa.
Harapan untuk Masa Depan Pendidikan di Yembun
Dengan tambahan tiga RKB, SMK Negeri 1 Yembun dapat meningkatkan kapasitas penerimaan siswa baru. Saat ini, penerimaan siswa baru masih terbatas karena keterbatasan ruang kelas. Keberadaan RKB baru diharapkan dapat memberikan kesempatan belajar yang lebih luas bagi anak-anak di Yembun.
Agustinus Naa berharap agar kebutuhan RKB ini segera terpenuhi. Hal ini penting untuk menunjang kualitas pendidikan di SMK Negeri 1 Yembun dan memberikan kesempatan yang lebih baik bagi generasi muda di daerah tersebut untuk mengembangkan potensi mereka melalui pendidikan kejuruan.
"Ketika sudah ada ruang kelas baru tentunya pada penerimaan siswa baru nanti disesuaikan dengan ruang kelas yang ada," ujarnya.
Pembangunan tiga RKB baru di SMK Negeri 1 Yembun bukan hanya sekadar pembangunan fisik, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang untuk masa depan pendidikan di daerah tersebut. Dengan fasilitas yang memadai, sekolah dapat memberikan pendidikan yang berkualitas dan mencetak generasi muda yang terampil dan siap menghadapi tantangan zaman.
Semoga pemerintah daerah dapat segera merespon kebutuhan mendesak ini dan memberikan solusi terbaik bagi SMK Negeri 1 Yembun.