Tim SAR Gabungan Intensifkan Pencarian Anak Hilang di Lombok Tengah
Tim SAR gabungan di Lombok Tengah terus berupaya menemukan Abad Nailun Nabhan (8) yang hilang diduga jatuh ke sungai setelah Shalat Jumat, dengan menyisir sungai dan bendungan.

Sebuah operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) gabungan tengah berlangsung di Dusun Buntembok, Desa Bangket Parak, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Operasi ini difokuskan untuk menemukan Abad Nailun Nabhan (8), seorang pelajar SD yang dilaporkan hilang setelah diduga jatuh ke sungai di belakang rumahnya pada Jumat (21/3) siang. Pencarian melibatkan berbagai unsur, termasuk TNI, Polri, Damkar, Tagana, warga setempat, dan tentunya tim SAR Mataram yang mengerahkan Unit Siaga SAR Kuta Mandalika.
Pencarian yang telah memasuki hari kedua ini difokuskan pada area sungai dan bendungan yang berjarak sekitar 200 meter dari lokasi kejadian. "Memasuki hari kedua pencarian, tim SAR gabungan melakukan penyelaman di area bendungan," jelas Koordinator Unit Siaga SAR Kuta Mandalika, Ahmad Irsan, pada Sabtu (22/3). Upaya pencarian dilakukan secara intensif, menyusuri aliran sungai dari titik hilangnya korban hingga ke bendungan yang menjadi muara sungai tersebut.
Kejadian bermula setelah Shalat Jumat, saat korban dilaporkan hilang di sungai. Warga setempat langsung melakukan pencarian sebelum akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada Tim SAR. Hingga saat ini, upaya pencarian belum membuahkan hasil, dan korban belum ditemukan. Kondisi cuaca ekstrem yang melanda Lombok Tengah beberapa hari terakhir, meliputi hujan lebat dan angin kencang, juga menjadi tantangan tersendiri dalam operasi pencarian ini.
Pencarian Intensif di Sungai dan Bendungan
Tim SAR gabungan tidak hanya melakukan penyelaman di bendungan, tetapi juga melakukan penyisiran secara menyeluruh di sepanjang aliran sungai. Metode pencarian ini masih sama seperti hari sebelumnya, dengan melibatkan sejumlah besar personel dan peralatan yang memadai. Ahmad Irsan menambahkan, "Penyisiran di sepanjang aliran sungai dan bendungan masih tetap dilakukan seperti hari sebelumnya." Proses pencarian ini membutuhkan ketelitian dan kesabaran tinggi mengingat luasnya area pencarian dan kondisi sungai yang mungkin berubah-ubah.
Selain tim penyelam, tim SAR juga dibantu oleh warga setempat yang sangat memahami kondisi geografis wilayah tersebut. Keterlibatan warga lokal sangat krusial dalam mempercepat proses pencarian, mengingat mereka memiliki pengetahuan yang mendalam tentang medan dan aliran sungai di daerah tersebut. Kerja sama yang solid antara tim SAR dan warga setempat menjadi kunci keberhasilan dalam operasi pencarian ini.
Kondisi cuaca ekstrem yang terjadi beberapa hari sebelumnya, yaitu dari Selasa (18/3) hingga Jumat (21/3), juga turut menjadi perhatian. Cuaca buruk tersebut mengakibatkan pohon tumbang dan kerusakan pada sejumlah rumah warga di beberapa kecamatan. Hujan lebat dan angin kencang bahkan menyebabkan banjir di beberapa wilayah, yang tentu saja dapat mempengaruhi kondisi sungai dan mempersulit proses pencarian.
Dukungan dan Harapan
Operasi pencarian ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan instansi terkait. Dukungan tersebut berupa peralatan, personel, dan juga koordinasi yang baik antar tim. Semoga upaya pencarian ini segera membuahkan hasil dan Abad Nailun Nabhan dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.
Doa dan harapan dari seluruh masyarakat Lombok Tengah dan sekitarnya tercurahkan untuk keselamatan Abad. Semoga Tim SAR gabungan dapat segera menemukannya dan mengembalikannya kepada keluarga.
Proses pencarian terus berlanjut, dan Tim SAR gabungan tetap berkomitmen untuk melakukan segala upaya terbaik demi menemukan korban secepatnya. Semoga Allah SWT memberikan kekuatan dan kemudahan bagi Tim SAR dalam menjalankan tugas mulia ini.