Tragedi di Pantai Talise: Warga Palu Tewas Diterkam Buaya
Seorang warga Palu bernama Kadarwirato tewas diterkam buaya saat berenang di Pantai Kampung Nelayan, Kelurahan Talise, Kamis pagi. Kejadian ini mengungkap bahaya laten wisata pantai yang kurang memperhatikan keselamatan.

Seorang warga Palu bernama Kadarwirato ditemukan tewas setelah diterkam buaya saat berenang di Pantai Kampung Nelayan, Kelurahan Talise, Kota Palu, Kamis pagi (27/3) sekitar pukul 07.00 WITA. Kejadian ini menyoroti pentingnya kewaspadaan dan langkah-langkah keselamatan di area wisata pantai. Korban, warga Jalan Basuki Rahmat, ditemukan meninggal dunia setelah sempat berjuang melawan buaya yang menyerangnya.
Saksi mata, Fudin, menceritakan detik-detik menegangkan saat kejadian. Ia mengaku sempat berteriak memperingatkan korban tentang keberadaan buaya yang berjarak sekitar 10 meter. Sayangnya, korban yang asyik berenang tidak mendengar peringatan tersebut. Korban terus mendekat hingga akhirnya diterkam buaya.
"Kami sempat teriaki, pak ada buaya-buaya," ujar Fudin menggambarkan situasi mencekam saat itu. Menurut Fudin, korban sempat ditenggelamkan buaya, kemudian muncul kembali ke permukaan, sebelum akhirnya kembali ditenggelamkan untuk kedua kalinya. "Saat diterkam, langsung ditenggelamkan, lalu satu menit kemudian diangkat kembali ke permukaan. Korban sempat mengangkat tangannya tetapi tidak teriak. Lalu ditenggelamkan lagi," tambahnya.
Tragedi di Pantai Kampung Nelayan
Mendengar teriakan minta tolong, warga sekitar segera menghubungi tim SAR untuk melakukan pencarian dan penyelamatan. Tim SAR yang dibantu oleh Ditpolair dan Brimob Polda Sulteng, serta Polresta Palu, segera menuju lokasi kejadian. Sesampainya di lokasi, mereka mendapati korban masih dalam terkaman buaya.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh. Rizal, menjelaskan tindakan yang diambil tim gabungan. "Saat kami tiba di lokasi, kami mendapatkan korban masih dalam terkaman buaya, akhirnya diputuskan agar dilakukan tindakan. Dari pihak aparat melakukan penembakan, namun tidak untuk mengenai buaya," jelas Muh. Rizal. Penembakan tersebut bertujuan untuk mengagetkan buaya agar melepaskan korban.
Upaya tersebut membuahkan hasil. Buaya akhirnya melepaskan korban dari gigitannya. Namun, sayangnya, korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan langsung dibawa ke RS Bhayangkara Palu untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Kejadian ini menjadi duka mendalam bagi keluarga korban dan warga Palu.
Imbauan Keamanan di Pantai
Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan dan langkah-langkah keselamatan saat beraktivitas di area pantai, khususnya di daerah yang diketahui menjadi habitat buaya. Pemerintah daerah dan instansi terkait perlu meningkatkan sosialisasi dan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya buaya dan cara pencegahannya.
Selain itu, perlu juga dilakukan peninjauan dan evaluasi terhadap sistem keamanan dan pengawasan di area pantai untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali. Pemasangan rambu-rambu peringatan dan penyediaan petugas keamanan dapat menjadi langkah efektif untuk meningkatkan keselamatan pengunjung pantai.
Kejadian ini juga menjadi sorotan penting bagi pengelola wisata pantai untuk lebih memperhatikan aspek keselamatan pengunjung. Kerjasama antara pemerintah, masyarakat, dan pengelola wisata sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan wisata pantai yang aman dan nyaman.
Langkah-langkah proaktif seperti patroli rutin, edukasi kepada wisatawan mengenai potensi bahaya, dan penyediaan fasilitas keselamatan yang memadai, akan sangat membantu meminimalisir risiko kecelakaan di area pantai. Semoga kejadian ini menjadi pembelajaran berharga bagi semua pihak untuk senantiasa memprioritaskan keselamatan.
Korban, Kadarwirato, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat Palu. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk selalu waspada dan berhati-hati saat berada di alam bebas.