Warga Samarinda Bangkit: PKH Sukses Dorong Usaha Mikro, Tingkatkan Kesejahteraan Keluarga
Program Keluarga Harapan (PKH) di Samarinda terbukti efektif meningkatkan kesejahteraan warga kurang mampu melalui pengembangan usaha mikro, seperti yang dialami Elisa dan Lusiana.

Program Keluarga Harapan (PKH) memberikan dampak positif bagi warga Samarinda, Kalimantan Timur. Bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) ini terbukti mampu mendorong warga kurang mampu untuk membangun dan mengembangkan usaha mikro, meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka. Hal ini terlihat dari kisah sukses Elisa dan Lusiana, dua penerima manfaat PKH di Kelurahan Sempaja.
Elisa, penerima PKH sejak 2017, sebelumnya hanya mengandalkan penghasilan tak menentu dari pekerjaan serabutan. Namun, berkat bantuan PKH, ia mampu menabung dan memulai usaha kue online dan offline, terutama saat bulan puasa. "Dulu itu, jangankan menabung untuk modal usaha kecil-kecilan, malah uang selalu habis memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari," ungkap Elisa.
Kini, usaha kue Elisa memberikan tambahan penghasilan yang signifikan bagi keluarganya, meringankan beban ekonomi dan membantu membiayai pendidikan kedua anaknya. Bantuan PKH juga dimanfaatkan untuk biaya sekolah dan kebutuhan pokok, yang dulunya diperoleh melalui BPNT dalam bentuk sembako, kini berupa uang tunai.
Kisah Sukses Penerima Manfaat PKH di Samarinda
Lusiana, penerima manfaat PKH lainnya, juga merasakan manfaat serupa. Ia menggunakan bantuan untuk membiayai pendidikan anaknya dan menyisihkan sebagian untuk membuka usaha gorengan. Selama Ramadhan, Lusiana bahkan berjualan kue basah seperti kue lapis India dan kue talam untuk keperluan takjil. "Hasilnya bisa buat simpanan keluarga, tak lagi dapat sehari langsung habis," tambahnya.
Keberhasilan Elisa dan Lusiana membuktikan bahwa PKH bukan hanya sekadar bantuan tunai, tetapi juga menjadi katalisator bagi peningkatan ekonomi keluarga. Mereka mampu memanfaatkan bantuan tersebut untuk membangun usaha mandiri dan meningkatkan taraf hidup.
Pendampingan yang diberikan oleh pendamping PKH juga berperan penting dalam keberhasilan ini. Akhmad Ramdani, pendamping PKH Kelurahan Sempaja Utara, menjelaskan bahwa program ini tak hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga pendampingan dan pelatihan untuk kemandirian ekonomi. "Kami tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga memberikan pendampingan agar keluarga penerima manfaat bisa mengembangkan potensi diri dan mandiri secara ekonomi," jelas Akhmad.
Dampak Positif PKH terhadap Perekonomian Warga Samarinda
Program PKH dan BPNT di Samarinda terbukti efektif dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga kurang mampu. Bantuan tunai yang diberikan memungkinkan penerima manfaat untuk memulai atau mengembangkan usaha mikro, seperti usaha kuliner yang dilakukan Elisa dan Lusiana. Hal ini menunjukkan bahwa program tersebut tidak hanya mengatasi masalah kebutuhan pokok sehari-hari, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi.
Dengan adanya pendampingan dan pelatihan, penerima manfaat PKH dapat mengoptimalkan potensi diri dan mengembangkan usaha mereka secara berkelanjutan. Keberhasilan ini diharapkan dapat menginspirasi warga Samarinda lainnya untuk memanfaatkan program PKH secara maksimal dan meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka.
Program ini memberikan harapan baru bagi keluarga kurang mampu di Samarinda untuk keluar dari lingkaran kemiskinan dan membangun masa depan yang lebih baik. Keberhasilan ini juga menjadi bukti nyata bahwa bantuan sosial yang tepat sasaran dan terpadu dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat.
Ke depannya, diharapkan program PKH dapat terus berlanjut dan bahkan ditingkatkan untuk menjangkau lebih banyak keluarga kurang mampu di Samarinda dan daerah lainnya di Indonesia. Dengan demikian, semakin banyak warga yang dapat merasakan manfaat dan meningkatkan kesejahteraan mereka.