PKH-BPNT: Secercah Harapan bagi Keluarga Kurang Mampu di OKU
Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) terbukti memberikan dampak positif bagi kesejahteraan keluarga kurang mampu di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan.

Baturaja, 28 Maret 2024 - Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) telah memberikan dampak signifikan bagi peningkatan kesejahteraan warga kurang mampu di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan. Hal ini terlihat dari kesaksian sejumlah penerima manfaat yang merasakan manfaat nyata dari program pemerintah tersebut.
Sani, warga Kelurahan Air Gading, Kecamatan Baturaja Barat, Kabupaten OKU, misalnya. Sebagai penerima manfaat PKH-BPNT sejak tahun 2021, ia merasakan adanya perubahan positif dalam perekonomian keluarganya. Sebelum menerima bantuan, Sani dan keluarganya hanya mengandalkan penghasilan suami sebagai buruh harian lepas. Kini, dengan adanya bantuan tersebut, beban ekonomi keluarga sedikit berkurang.
"Alhamdulillah program ini sangat membantu kebutuhan keluarga saya," ujar Sani, menggambarkan rasa syukurnya atas bantuan yang diterima. Ia tinggal di rumah kontrakan berukuran 4x6 meter persegi bersama dua anaknya. Bantuan PKH dan BPNT telah menjadi penopang penting dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya.
Dampak Positif PKH-BPNT bagi Warga OKU
Kesaksian Sani bukanlah satu-satunya. Jauya, penerima manfaat lainnya di Kelurahan Saung Naga, juga merasakan manfaat yang sama. Ia mengungkapkan bahwa bantuan, baik berupa uang tunai maupun sembako, sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. "Apapun bentuk bantuannya sangat membantu sekali," katanya. Jauya, yang telah lanjut usia, berharap program ini terus berlanjut bahkan jumlahnya bertambah untuk meringankan beban warga kurang mampu lainnya.
Sentimen yang sama juga diungkapkan oleh beberapa penerima manfaat lainnya. Mereka merasakan bahwa bantuan PKH-BPNT menjadi sumber daya tambahan yang sangat berarti dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, terutama untuk kebutuhan pangan dan pendidikan anak.
Adanya program ini membantu meringankan beban pengeluaran mereka, sehingga dapat lebih fokus pada hal-hal lain yang penting untuk kesejahteraan keluarga. Bantuan ini juga memberikan rasa aman dan kepastian dalam memenuhi kebutuhan dasar, khususnya bagi keluarga yang memiliki penghasilan rendah dan tidak stabil.
Jumlah Penerima Manfaat dan Pendamping PKH di OKU
Menurut Koordinator PKH Dinas Sosial OKU, Yayan, jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH dan BPNT di Kabupaten OKU mencapai 11.417 keluarga. Untuk memastikan penyaluran bantuan berjalan lancar dan tepat sasaran, terdapat 36 orang pendamping PKH yang bertugas di wilayah tersebut.
Pendamping PKH berperan penting dalam melakukan verifikasi dan validasi data penerima manfaat, serta memberikan edukasi dan pendampingan kepada KPM agar bantuan dapat digunakan secara efektif dan efisien. Mereka juga berperan sebagai penghubung antara pemerintah dan masyarakat, sehingga program ini dapat berjalan dengan optimal.
Keberadaan pendamping ini juga memastikan agar bantuan tepat sasaran dan tidak terjadi penyimpangan. Mereka juga membantu KPM untuk mengelola bantuan yang diterima, sehingga dapat memberikan dampak yang lebih besar bagi kesejahteraan keluarga.
Program PKH dan BPNT di Kabupaten OKU diharapkan akan terus berlanjut dan bahkan ditingkatkan cakupannya. Hal ini penting untuk memastikan bahwa warga kurang mampu di wilayah tersebut dapat terus merasakan manfaatnya dan terbantu dalam memenuhi kebutuhan dasar mereka.
Program ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengurangi angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan adanya bantuan ini, diharapkan dapat tercipta kehidupan yang lebih layak dan sejahtera bagi keluarga kurang mampu di Kabupaten OKU.