Waspada Gangguan Metabolisme Usai Lebaran, Masyarakat Diminta Jaga Pola Makan
Direktur RSUD Adjidarmo Rangkasbitung mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap gangguan metabolisme usai Lebaran akibat perubahan pola makan dan konsumsi makanan tinggi kalori.

Lebaran baru saja berlalu, namun Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Adjidarmo Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, dr. Budi Mulyanto, mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada. Perubahan pola makan selama Lebaran berpotensi menyebabkan gangguan metabolisme. Hal ini disampaikan beliau di Lebak pada Senin, 31 Maret.
Menurut dr. Budi, banyak masyarakat yang mengalami gangguan metabolisme usai Lebaran, seperti tekanan darah tinggi yang tidak terkendali, peningkatan gula darah, dan hipertensi. Kondisi ini juga meningkatkan risiko penyempitan atau sumbatan pada dinding pembuluh darah. Beliau menekankan pentingnya kewaspadaan karena dampaknya yang signifikan terhadap kesehatan.
Penyebab utama peningkatan risiko gangguan metabolisme ini adalah konsumsi makanan berlebihan selama Lebaran. Berbagai hidangan lezat tersaji tanpa memperhatikan jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh. Sebagai contoh, dr. Budi menyebutkan bahwa 100 gram nasi putih saja mengandung 129 kalori, sebagian besar berupa karbohidrat. Ditambah lagi dengan makanan manis seperti kue tradisional dan minuman dingin, maka potensi peningkatan kalori menjadi sangat signifikan.
Gangguan Metabolisme: Ancaman Usai Lebaran
Konsumsi makanan tinggi kalori selama Lebaran, terutama makanan manis dan berlemak, dapat memicu berbagai masalah kesehatan. Kondisi ini meningkatkan risiko penyakit gangguan metabolisme seperti hipertensi, peningkatan gula darah, obesitas, dan penumpukan kolesterol. Penumpukan lemak di pembuluh darah juga dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah, yang berdampak buruk pada organ vital.
"Biasanya, usai Lebaran itu banyak masyarakat mengalami gangguan metabolisme, seperti tekanan darah yang tidak terkendali, gula darah, hipertensi dan berisiko terhadap penyempitan atau sumbatan pada dinding pembuluh darah," jelas dr. Budi Mulyanto.
Oleh karena itu, dr. Budi menghimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam mengonsumsi makanan. Penting untuk memperhatikan jenis dan jumlah makanan yang dikonsumsi agar terhindar dari dampak buruknya.
Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa mengonsumsi makanan tinggi lemak dan kolesterol harus dibatasi. Selain itu, penting untuk memperhatikan porsi makan agar tidak berlebihan. Dengan demikian, tubuh dapat berfungsi optimal dan terhindar dari gangguan metabolisme.
Tips Mencegah Gangguan Metabolisme
Untuk mencegah gangguan metabolisme, dr. Budi menyarankan beberapa langkah sederhana namun efektif. Pertama, perhatikan pola makan dengan membatasi makanan berlemak dan tinggi kolesterol. Kedua, atur porsi makan agar tidak berlebihan. Ketiga, jangan lupa untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Selain menjaga pola makan, olahraga rutin juga sangat penting. dr. Budi menganjurkan olahraga minimal 30-60 menit setiap sesi, dan total 150 menit per minggu. Olahraga rutin membantu menjaga metabolisme tubuh tetap sehat dan mencegah penumpukan lemak.
"Kami minta masyarakat usai Lebaran agar menjaga pola makan agar terhindar dari penyakit gangguan metabolisme. Kita perhatikan pola makan yang baik dan olahraga rutin dapat mencegah gangguan metabolisme itu," pesan dr. Budi.
Dengan menerapkan pola hidup sehat, termasuk menjaga pola makan dan berolahraga secara teratur, masyarakat dapat mengurangi risiko gangguan metabolisme dan menjaga kesehatan tubuh pasca Lebaran.