Waspada Uang Palsu Jelang Lebaran: Imbauan Polres Pasaman Barat
Polres Pasaman Barat mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap peredaran uang palsu menjelang Lebaran Idul Fitri, khususnya di daerah perbatasan yang rawan.

Kepolisian Resor (Polres) Pasaman Barat, Sumatera Barat, meningkatkan kewaspadaan terhadap peredaran uang palsu menjelang Lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah. Imbauan ini disampaikan langsung oleh Kepala Polres Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto, di Simpang Empat pada Sabtu, 29 Maret. Meningkatnya transaksi jual beli selama periode Lebaran menjadi alasan utama peningkatan kewaspadaan ini. Polisi mengantisipasi adanya pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan momen tersebut untuk mengedarkan uang palsu.
AKBP Agung Tribawanto menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat. "Jelang lebaran ini transaksi jual beli dipastikan meningkat dibandingkan hari biasa. Jangan lengah, tetap waspada ada uang palsu," tegasnya. Ia juga menambahkan, "Jangan ada oknum yang memanfaatkan situasi lebaran ini dengan mengedarkan uang palsu."
Polres Pasaman Barat menyadari bahwa uang palsu saat ini dibuat dengan sangat rapi dan menyerupai uang asli. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu teliti dalam memeriksa keaslian uang yang diterima. Langkah-langkah pencegahan aktif sangat diperlukan untuk melindungi masyarakat dari kerugian ekonomi akibat peredaran uang palsu.
Peningkatan Patroli dan Pengawasan
Sebagai bentuk upaya pencegahan, Polres Pasaman Barat meningkatkan patroli rutin di berbagai lokasi. Patroli ini difokuskan di pasar-pasar tradisional, perumahan, dan lokasi-lokasi yang ramai dikunjungi masyarakat. "Kita akan terus memantau melalui patroli rutin yang terus dilakukan setiap saat," jelas AKBP Agung Tribawanto.
Wilayah perbatasan, seperti Kecamatan Ranah Batahan, Kecamatan Kinali, dan Kecamatan Talamau, menjadi fokus utama patroli. Hal ini dikarenakan Pasaman Barat berbatasan langsung dengan Sumatera Utara, yang meningkatkan risiko peredaran uang palsu dari wilayah tersebut. "Sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan Sumatera Utara (Sumut), Pasaman Barat rawan menjadi daerah peredaran uang palsu," imbuhnya.
Selain patroli, Polres Pasaman Barat juga menggandeng masyarakat untuk berperan aktif dalam pencegahan peredaran uang palsu. Masyarakat diimbau untuk segera melaporkan kepada pihak berwajib jika menemukan hal-hal yang mencurigakan.
Tips Membedakan Uang Asli dan Palsu
AKBP Agung Tribawanto memberikan tips praktis untuk mengenali uang palsu. Ia menganjurkan masyarakat untuk menggunakan metode 3D, yaitu Dilihat, Diraba, dan Diterawang. Dengan memeriksa ciri-ciri keamanan uang secara teliti, masyarakat dapat meminimalisir risiko menerima uang palsu.
Metode 3D ini menekankan pentingnya memperhatikan detail-detail pada uang, seperti gambar, tekstur, dan benang pengaman. Dengan teliti memeriksa ketiga aspek tersebut, masyarakat dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam membedakan uang asli dan palsu.
Selain metode 3D, masyarakat juga disarankan untuk selalu waspada terhadap transaksi yang mencurigakan. Jika merasa ragu terhadap keaslian uang yang diterima, sebaiknya segera melaporkan kepada pihak berwajib.
Kerja sama antara pihak kepolisian dan masyarakat sangat penting dalam memberantas peredaran uang palsu. Dengan meningkatkan kewaspadaan dan melaporkan setiap kecurigaan, masyarakat dapat berkontribusi dalam menjaga stabilitas ekonomi dan mencegah kerugian yang lebih besar.