Efisiensi Anggaran Olahraga: KONI Pusat Dorong Pengelolaan yang Transparan dan Akuntabel
Ketua KONI Pusat, Marciano Norman, mendorong efisiensi anggaran dalam pengelolaan olahraga di Indonesia, khususnya dalam penyelenggaraan Porprov Jatim 2025, tanpa mengorbankan kualitas pembinaan atlet.

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Marciano Norman, menekankan pentingnya efisiensi anggaran dalam pengelolaan olahraga di Indonesia. Pernyataan ini disampaikan saat menghadiri Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) KONI Jawa Timur di Surabaya pada Selasa, 25 Februari 2024. Ia meminta agar kebijakan efisiensi anggaran pemerintah didukung penuh, termasuk dalam kegiatan olahraga di berbagai tingkatan, dari provinsi hingga kabupaten/kota. Hal ini penting untuk meminimalisir pemborosan anggaran yang selama ini terjadi.
Marciano Norman secara spesifik menyoroti perlunya peninjauan kembali anggaran penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2025. Meskipun efisiensi anggaran menjadi prioritas, ia menegaskan pentingnya menjaga kualitas pembinaan atlet prestasi agar tidak terganggu. Efisiensi, menurutnya, bukan berarti mengurangi kegiatan utama, terutama cabang olahraga yang telah banyak menyumbangkan prestasi bagi Indonesia.
Ia menambahkan, "Masalah efisiensi ini harus didukung sepenuhnya. Semua tahu, kelemahan dalam pengelolaan anggaran di berbagai bidang, termasuk olahraga, masih terjadi. Pemborosan di sana-sini harus diminimalkan." Lebih lanjut, ia berharap Porprov Jatim 2025 dapat menjadi model implementasi efisiensi anggaran tanpa mengurangi target prestasi. Ketua KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil, diharapkan memiliki strategi yang tepat untuk mencapai hal tersebut. Penggunaan anggaran yang tepat guna dan tepat sasaran menjadi kunci keberhasilan.
Efisiensi Tanpa Mengorbankan Prestasi
Marciano Norman mengingatkan bahwa prestasi atlet nasional sangat bergantung pada pembinaan di daerah. Jawa Timur, misalnya, saat ini menyumbang 60 atlet untuk Pelatnas. Oleh karena itu, pembinaan di daerah harus berjalan optimal agar prestasi Indonesia di kancah internasional tetap terjaga. Efisiensi anggaran, tegasnya, bukan sekadar pemotongan biaya, melainkan memastikan setiap rupiah yang digunakan memberikan manfaat maksimal.
Ia mendorong inovasi dalam pengelolaan anggaran yang transparan dan akuntabel di seluruh tingkatan KONI. "Jangan sampai anggaran pendukung justru lebih besar daripada anggaran untuk pelaksanaan ajang olahraga itu sendiri. Gunakan anggaran dengan tepat guna dan tepat sasaran," ujarnya. Dengan demikian, pembinaan atlet dapat berjalan berkesinambungan dan prestasi Indonesia di tingkat internasional dapat semakin membanggakan.
Lebih lanjut, Marciano Norman berharap agar efisiensi anggaran dapat menjadi budaya baru dalam pengelolaan olahraga di Indonesia. Hal ini akan memastikan keberlangsungan pembinaan atlet dan peningkatan prestasi Indonesia di masa mendatang. Komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran menjadi kunci utama dalam mencapai tujuan tersebut.
Porprov Jatim 2025: Model Efisiensi Anggaran
Porprov Jatim 2025 diharapkan menjadi contoh implementasi efisiensi anggaran yang efektif. KONI Jawa Timur, di bawah kepemimpinan Muhammad Nabil, didorong untuk merancang strategi yang mampu mengoptimalkan penggunaan anggaran tanpa mengorbankan kualitas pembinaan atlet dan pencapaian prestasi. Keberhasilan Porprov Jatim 2025 dalam hal efisiensi anggaran akan menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.
Dengan adanya 60 atlet dari Jawa Timur yang tergabung dalam Pelatnas, peran KONI Jawa Timur dalam pembinaan atlet menjadi sangat krusial. Efisiensi anggaran yang terencana dan terlaksana dengan baik akan memastikan keberlanjutan pembinaan atlet berprestasi di Jawa Timur, dan pada akhirnya berkontribusi pada prestasi Indonesia di tingkat internasional. Transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran juga akan menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan publik.
KONI Pusat berharap agar seluruh pengurus KONI di tingkat provinsi dan kabupaten/kota dapat menerapkan prinsip-prinsip efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran. Dengan demikian, dana yang tersedia dapat digunakan secara optimal untuk mendukung pembinaan atlet dan peningkatan prestasi olahraga Indonesia secara keseluruhan.
Implementasi efisiensi anggaran yang berhasil akan menjadi warisan berharga bagi perkembangan olahraga Indonesia. Hal ini akan menjamin keberlanjutan pembinaan atlet dan peningkatan prestasi di kancah internasional. Komitmen bersama dari seluruh pihak terkait sangat diperlukan untuk mewujudkan hal tersebut.