Harga Cabai di Samarinda Meroket Jelang Ramadhan, Capai Rp110.000 per Kg!
Harga cabai di Samarinda melonjak hingga Rp110.000 per kilogram menjelang Ramadhan, kenaikan signifikan yang mencapai 90 persen dan memicu operasi pasar oleh pemerintah.
Harga cabai di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, mengalami kenaikan signifikan menjelang bulan Ramadhan. Kenaikan ini mencapai angka yang cukup fantastis, yaitu sekitar 90 persen dari harga sebelumnya. Hal ini membuat harga cabai di pasar tradisional Samarinda melambung tinggi hingga Rp100.000 hingga Rp110.000 per kilogram, dari harga semula yang berkisar antara Rp50.000 hingga Rp60.000 per kilogram. Kenaikan ini terjadi pada akhir Februari 2024 dan berdampak langsung pada masyarakat Samarinda.
Lonjakan harga cabai ini menjadi yang paling mencolok dibandingkan dengan kenaikan harga bahan pokok lainnya. Kepala Dinas Perdagangan Kota Samarinda, Nurrahmani, menyatakan bahwa kenaikan harga bahan pokok lainnya hanya berkisar antara Rp500 hingga Rp1.000. "Memang ada kenaikan harga bahan pokok, sekitar Rp500 hingga Rp1.000, namun yang paling mencolok adalah cabai," ujarnya.
Pemerintah Kota Samarinda langsung merespon situasi ini dengan melakukan operasi pasar di kantor Dinas Perdagangan. Dalam operasi pasar ini, cabai dijual dengan harga yang lebih terjangkau, yaitu Rp80.000 per kilogram, dengan batasan pembelian maksimal setengah kilogram per orang. Langkah ini bertujuan agar lebih banyak warga Samarinda dapat mengakses cabai dengan harga yang lebih ramah di kantong.
Faktor Penyebab Kenaikan Harga Cabai
Nurrahmani menjelaskan bahwa faktor cuaca turut berperan dalam kenaikan harga cabai ini. Tingginya curah hujan di daerah penghasil cabai menyebabkan penurunan produksi dan berdampak pada berkurangnya pasokan cabai ke pasaran. Hal ini diperparah dengan meningkatnya permintaan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri.
Seorang pedagang cabai di Pasar Segiri Samarinda, Arifin, membenarkan adanya kenaikan harga yang cukup signifikan. Ia mengungkapkan, "Harga cabai terus merangkak naik, dari Rp60 ribu, kemudian Rp80 ribu seminggu lalu, hingga akhirnya mencapai Rp100 ribu per kilogram Jumat (28/2) ini." Arifin juga menambahkan bahwa kenaikan harga ini juga dipengaruhi oleh kenaikan harga dari distributor, yang sebagian besar memasok cabai dari Sulawesi Selatan. "Petani lokal belum mampu mencukupi kebutuhan pasar di Samarinda," tambah Arifin.
Antisipasi terhadap lonjakan permintaan menjelang Ramadhan juga dilakukan oleh para pedagang. Arifin misalnya, telah mempersiapkan stok cabai yang cukup banyak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang diperkirakan akan meningkat drastis menjelang hari raya.
Upaya Pemerintah Kota Samarinda
Pemerintah Kota Samarinda terus berupaya untuk menstabilkan harga bahan pokok, termasuk cabai, agar tidak memberatkan masyarakat selama bulan Ramadhan. Selain operasi pasar, pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk berbelanja secara bijak dan menghindari pembelian cabai secara berlebihan. "Dengan dilakukannya Operasi pasar diharapkan dapat membantu menekan harga yang terjadi di pasaran," demikian Nurrahmani.
Kenaikan harga cabai yang signifikan ini tentu menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah. Upaya-upaya untuk menstabilkan harga dan memastikan ketersediaan pasokan cabai di pasaran akan terus dilakukan untuk meringankan beban masyarakat Samarinda, khususnya selama bulan Ramadhan.
Diharapkan dengan berbagai upaya yang dilakukan, situasi harga cabai dapat segera terkendali dan masyarakat dapat memenuhi kebutuhannya dengan harga yang lebih wajar.