Kebijakan WFA Pengaruhi Arus Mudik Kereta Api, Puncaknya H-10 Lebaran
Menteri Koordinator PMK, Pratikno, mengungkapkan kebijakan work from anywhere (WFA) berdampak signifikan pada lonjakan arus mudik kereta api sejak H-10 Lebaran 2025.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menyatakan kebijakan work from anywhere (WFA) memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan arus mudik menggunakan kereta api. Hal ini terlihat dari peningkatan jumlah pemudik yang sudah mulai terasa sejak H-10 Lebaran 2025. Pengawasan langsung dilakukan di Stasiun Gambir, Jakarta, pada Sabtu, bersama Kapolri, Menhub, dan Menkes untuk memastikan kelancaran mudik Lebaran Idul Fitri 1446 H/2025 M.
Saat meninjau Stasiun Gambir bersama Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menko PMK Pratikno mengamati langsung kesiapan layanan mudik Lebaran. Beliau mengungkapkan, "Jadi, kami tadi sudah memperoleh laporan bahwa arus mudik yang menggunakan kereta api ini sudah mulai terasa pada H-10. Rupanya, memang work from anywhere (WFA) itu punya implikasi yang cukup signifikan."
Pratikno menjelaskan bahwa fenomena WFA yang semakin populer mendorong banyak ASN dan masyarakat untuk memulai perjalanan mudik lebih awal, sehingga puncak arus mudik terjadi lebih cepat, yaitu pada Jumat, 28 Maret 2025. Hal ini menunjukkan adanya pergeseran pola mudik akibat fleksibilitas yang ditawarkan oleh kebijakan WFA.
Layanan PT KAI dan Antisipasi Arus Balik
Secara umum, Menko PMK Pratikno menilai pelayanan yang diberikan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) kepada para pemudik sudah cukup baik. Sistem tiket online, teknologi face recognition untuk mempercepat proses check-in, dan kemudahan pembelian tiket dinilai efektif dan efisien. "Kami menyampaikan terima kasih kepada PT Kereta Api Indonesia dan jajaran yang sudah bekerja keras untuk melayani masyarakat," ujarnya.
Meskipun demikian, Menko PMK Pratikno juga menekankan pentingnya antisipasi terhadap arus balik Lebaran. KAI diminta untuk meningkatkan layanan dan memastikan distribusi arus balik lebih merata, sehingga tidak terjadi penumpukan pada hari-hari tertentu. "Jadi, kita harapkan nanti arus balik juga cukup terdistribusi dalam beberapa hari, supaya tidak ngumpul di hari-hari tertentu saja," kata Pratikno.
Pemerintah sendiri telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Nomor 2 Tahun 2025 tentang kebijakan WFA bagi ASN. SE tersebut mengizinkan ASN untuk melaksanakan tugas kedinasan dari mana saja, khususnya pada periode 24-27 Maret 2025. Kebijakan ini memberikan fleksibilitas bagi ASN untuk mengatur waktu mudik Lebaran.
Kesimpulannya, kebijakan WFA terbukti memengaruhi pola mudik masyarakat, khususnya yang menggunakan transportasi kereta api. Peningkatan arus mudik sejak H-10 menunjukkan perlunya antisipasi dan peningkatan layanan, baik untuk arus mudik maupun arus balik Lebaran agar tetap lancar dan nyaman bagi seluruh pemudik.