NTB Dorong Inovasi Pariwisata Hadapi Efisiensi Anggaran
Pemprov NTB mendorong pelaku pariwisata untuk lebih inovatif dan kreatif dalam menghadapi efisiensi anggaran pemerintah, serta memanfaatkan peluang Kharisma Event Nusantara (KEN) 2025.
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tengah mendorong pelaku industri pariwisata setempat untuk meningkatkan inovasi dan kreativitas. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kebijakan efisiensi anggaran pemerintah yang berdampak pada pengurangan sumber pemasukan bagi sektor pariwisata. Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Pemprov NTB, Fathul Gani, menekankan pentingnya inovasi dan kreativitas dalam menghadapi situasi ini. Hal ini disampaikannya di Mataram pada Selasa, 25 Februari 2024.
Fathul Gani menjelaskan bahwa pengalaman masa pandemi COVID-19 telah menunjukkan betapa pentingnya kemandirian sektor pariwisata. "Kita sudah banyak pengalaman bagaimana dengan efisiensi ini, contoh saat COVID-19 melanda banyak kegiatan ditiadakan. Intinya bagaimana semua pelaku industri berinovasi dan kreatif menghadapi kebijakan efisiensi anggaran ini," ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya strategi untuk menarik wisatawan dari negara-negara maju seperti Malaysia, Jepang, Korea, China, dan negara-negara Eropa serta Amerika yang tidak terpengaruh oleh efisiensi anggaran.
Lebih lanjut, Fathul Gani menyatakan bahwa pemerintah daerah harus mampu memanfaatkan peluang yang ada. Salah satu peluang tersebut adalah masuknya empat kegiatan pariwisata NTB dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) 2025. "Terpenting sekarang itu, bagaimana kita siapkan logistik, akomodasi, sarana dan prasarana destinasi disiapkan dengan baik. Termasuk juga sapta pesona dan kualitas SDM khususnya di lingkar destinasi diberikan edukasi, dibenahi dan ditingkatkan," katanya. Ia juga menambahkan bahwa peningkatan sarana dan prasarana serta SDM pariwisata penting agar masyarakat di sekitar destinasi wisata dapat merasakan manfaat ekonomi dari sektor pariwisata.
Strategi Inovasi dan Pengembangan Pariwisata NTB
Pemerintah Provinsi NTB menargetkan 2,5 juta kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara pada tahun 2025. Untuk mencapai target tersebut, dibutuhkan inovasi dan kreativitas dari seluruh pemerintah daerah di NTB. Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pariwisata menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan efisiensi anggaran. Pelatihan dan peningkatan keterampilan bagi para pelaku wisata sangat diperlukan untuk meningkatkan daya saing dan menarik minat wisatawan.
Selain itu, pengembangan infrastruktur dan fasilitas penunjang pariwisata juga menjadi prioritas. Pembangunan infrastruktur yang memadai dan modern akan meningkatkan kenyamanan dan kepuasan wisatawan. Hal ini akan berdampak positif pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan dan pendapatan daerah.
Pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha pariwisata juga ditekankan. Kerjasama yang erat akan menghasilkan strategi yang efektif dan terintegrasi dalam pengembangan pariwisata NTB. Dengan demikian, sektor pariwisata NTB dapat lebih tangguh dan berkelanjutan.
Kharisma Event Nusantara 2025: Momentum Penting bagi Pariwisata NTB
Empat agenda kegiatan pariwisata NTB masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) 2025, yaitu Alunan Budaya Desa Pringgasela (Lombok Timur), Festival Rimpu Mantika (Kota Bima), Perang Topat (Lombok Barat), dan Gili Festival (Lombok Utara). Kepala Dinas Pariwisata NTB, Jamaluddin Malady, menyatakan rasa syukur atas terpilihnya empat event tersebut. Hal ini menunjukkan kepercayaan pemerintah pusat terhadap potensi pariwisata NTB.
Keberhasilan NTB mendapatkan empat event dalam KEN 2025 menunjukkan bahwa NTB memiliki potensi pariwisata yang besar dan layak untuk dipromosikan secara nasional. Dengan masuknya event-event tersebut ke dalam KEN 2025, diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke NTB dan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.
Keberadaan event-event tersebut juga akan memperkuat branding pariwisata NTB. Event-event ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan dan akan meningkatkan citra positif NTB di mata wisatawan domestik maupun mancanegara. Dengan demikian, sektor pariwisata NTB akan semakin berkembang dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian daerah.
Pemerintah Provinsi NTB perlu memanfaatkan momentum ini untuk mempersiapkan diri secara matang. Penyiapan infrastruktur, SDM, dan promosi yang efektif sangat penting untuk memastikan keberhasilan event-event tersebut. Dengan persiapan yang matang, event-event dalam KEN 2025 diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat NTB.
Dengan berbagai strategi dan upaya yang dilakukan, diharapkan sektor pariwisata NTB dapat tetap tumbuh dan berkembang meskipun menghadapi tantangan efisiensi anggaran. Inovasi, kreativitas, dan kolaborasi menjadi kunci keberhasilan dalam menghadapi tantangan tersebut dan mencapai target kunjungan wisatawan pada tahun 2025.