2.043 Calon Jamaah Haji NTB Lunasi Bipih, 50 Persen Lagi Masih Tertunda
Sebanyak 2.043 calon jamaah haji NTB telah melunasi Bipih 2025, namun 50 persen lainnya masih tertunda karena berbagai kendala, termasuk pemeriksaan kesehatan dan teknis sistem.

Sebanyak 2.043 calon jamaah haji asal Nusa Tenggara Barat (NTB) telah melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) untuk tahun 2025. Namun, kabar baik ini juga diiringi tantangan. Lebih dari separuh calon jamaah, tepatnya sekitar 2.456 orang atau 50 persen, masih belum menyelesaikan kewajiban finansial mereka. Proses pelunasan yang berlangsung hingga April 2025 ini diwarnai berbagai kendala, mulai dari pemeriksaan kesehatan hingga kendala teknis sistem pembayaran.
Kepala Bidang Haji Kantor Wilayah Kementerian Agama NTB, Lalu Muhammad Amin, menjelaskan bahwa keterlambatan pelunasan Bipih bukan disebabkan oleh ketidakmampuan finansial jamaah. "Secara keseluruhan jumlah yang telah melunasi sampai dengan kemarin Rabu (26/2) sebanyak 2.043 orang, sehingga masih ada tersisa 2.456 orang atau sekitar 50 persennya masih belum melunasi," ungkap Amin dalam keterangannya di Mataram, Kamis. Ia menambahkan, "Bukan tidak dilunasi, tetapi ada pergerakan dari jamaah. Selain itu, petugas daerah juga masih menunggu Surat Keputusan (SK) dan petunjuk teknis (juknis) dari pusat."
Proses pelunasan Bipih sendiri dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama berlangsung dari 14 Februari hingga 14 Maret 2025, sementara tahap kedua dari 15 Maret hingga 15 April 2025. Pihak Kementerian Agama kabupaten dan kota di NTB terus berupaya mempercepat proses pelunasan dengan menginformasikan kepada calon jamaah untuk segera menyelesaikan pembayaran di bank-bank yang telah ditentukan.
Persyaratan Pelunasan dan Kuota Haji NTB
Calon jamaah haji di NTB diwajibkan memenuhi persyaratan penting sebelum dapat melunasi Bipih, yaitu rekomendasi kesehatan dari tim kesehatan. Rekomendasi ini, yang disebut sebagai Istitha'ah, mencakup aspek kesehatan, pembekalan, keamanan, dan kemampuan finansial jamaah. "Istitha'ah inilah jadi syarat pelunasan," tegas Amin.
Sementara itu, terkait kuota haji, NTB telah mendapatkan alokasi sebanyak 4.499 orang. Penambahan kuota masih menunggu keputusan pemerintah pusat dan Arab Saudi. Pemerintah Arab Saudi sendiri belum merilis regulasi resmi haji 2025, termasuk kebijakan terkait batasan usia lansia. "Kami berharap jamaah lansia tidak diberikan batasan, mengingat banyak yang masih dalam kondisi sehat. Sekitar 10 persen jamaah haji Indonesia adalah lansia," harap Amin. Secara nasional, jamaah haji dijadwalkan masuk asrama haji pada 1 Mei dan berangkat pada 2 Mei 2025.
Proses pelunasan Bipih di NTB masih terus berlangsung. Meskipun terdapat kendala, pihak Kementerian Agama NTB optimistis proses ini akan berjalan lancar dan seluruh calon jamaah yang telah memenuhi persyaratan dapat menunaikan ibadah haji pada tahun 2025. Upaya percepatan pelunasan terus dilakukan dengan memberikan informasi yang jelas dan memastikan kelancaran proses administrasi.
Kendala Pelunasan Bipih:
- Pemeriksaan kesehatan
- Kendala teknis sistem pelunasan
- Penantian SK dan juknis dari pusat
Meskipun terdapat kendala, proses pelunasan Bipih masih terus berlangsung dan diharapkan dapat diselesaikan sebelum batas waktu yang telah ditentukan. Pihak Kementerian Agama NTB terus berupaya memberikan dukungan dan informasi kepada calon jamaah haji agar proses tersebut berjalan lancar.