640 Hektare Lahan Replanting Sawit di Mukomuko Ditanami Padi Gogo
Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, akan memanfaatkan lahan peremajaan sawit seluas 640 hektare untuk meningkatkan produksi padi gogo dan mendukung ketahanan pangan nasional.

Mukomuko, Bengkulu, 24 Maret 2024 - Pemerintah Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, berencana memanfaatkan lahan seluas 640 hektare (ha) dari program peremajaan kelapa sawit untuk ditanami padi gogo. Langkah ini diambil untuk meningkatkan produksi padi dan mendukung ketahanan pangan daerah. Inisiatif ini diumumkan oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Fitriani Ilyas, pada Minggu lalu.
Program peremajaan kelapa sawit yang bersumber dari Kementerian Pertanian memberikan kesempatan bagi petani untuk meningkatkan produktivitas perkebunan mereka. Namun, terdapat aturan yang mewajibkan pemanfaatan lahan kosong selama masa peremajaan untuk ditanami komoditas pangan, dalam hal ini padi gogo. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah pusat untuk mencapai swasembada pangan.
Keputusan ini diambil setelah adanya evaluasi terhadap target tanam padi gogo tahun 2025. Meskipun target awal mencapai 188 ha, data terakhir menunjukkan baru 68 ha yang terlaksana. Dengan tambahan lahan seluas 640 ha dari program peremajaan sawit, diharapkan target tanam padi gogo di Mukomuko dapat tercapai bahkan melampaui target awal.
Pemanfaatan Lahan Replanting Sawit untuk Padi Gogo
Program peremajaan sawit rakyat seluas 640 ha memberikan peluang besar bagi peningkatan produksi padi gogo di Kabupaten Mukomuko. Kelompok tani yang mendapatkan program ini diwajibkan untuk mengalokasikan sebagian lahannya untuk penanaman padi gogo sebagai bentuk kontribusi terhadap ketahanan pangan nasional. Hal ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam diversifikasi pertanian.
Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko akan berperan aktif dalam mensukseskan program ini. Petugas akan melakukan sosialisasi kepada kelompok tani penerima program peremajaan sawit untuk memastikan pemahaman dan pelaksanaan penanaman padi gogo secara optimal. Sosialisasi ini akan mencakup teknik budidaya yang tepat guna untuk memaksimalkan hasil panen.
Selain sosialisasi, Dinas Pertanian juga akan memberikan pendampingan teknis kepada para petani. Pendampingan ini bertujuan untuk memastikan keberhasilan program dan memberikan solusi atas kendala yang mungkin dihadapi para petani selama proses penanaman dan perawatan padi gogo.
Fitriani Ilyas menambahkan bahwa pihaknya telah memasukkan data calon petani dan calon lokasi (CPCL) serta telah mendata kelompok tani yang akan terlibat. Saat ini, pihaknya tengah menunggu bantuan benih dari pemerintah untuk segera memulai penanaman.
Target Produksi Padi Gogo di Mukomuko
Dengan tambahan lahan dari program peremajaan sawit, target luas tanam padi gogo di Kabupaten Mukomuko tahun 2025 meningkat signifikan. Dari data awal 68 ha, target tersebut kini naik menjadi 708 ha. Angka ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan produksi pangan dan mendukung ketahanan pangan nasional.
Peningkatan produksi padi gogo diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat Mukomuko. Selain meningkatkan pendapatan petani, program ini juga dapat menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sektor pertanian.
Keberhasilan program ini sangat bergantung pada kerjasama antara pemerintah, petani, dan berbagai pihak terkait. Dengan dukungan dan kerjasama yang baik, diharapkan program penanaman padi gogo di lahan peremajaan sawit ini dapat berjalan lancar dan mencapai target yang telah ditetapkan.
Pemerintah Kabupaten Mukomuko optimis program ini akan berhasil dan memberikan kontribusi signifikan terhadap ketahanan pangan daerah. Mereka berharap program ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam memanfaatkan lahan potensial untuk meningkatkan produksi pangan.
Langkah ini juga menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Dengan memanfaatkan lahan yang tersedia secara optimal, diharapkan Indonesia dapat semakin mengurangi ketergantungan pada impor beras dan meningkatkan swasembada pangan.
Kesimpulan
Program pemanfaatan lahan peremajaan sawit seluas 640 hektare untuk penanaman padi gogo di Kabupaten Mukomuko merupakan langkah strategis dalam meningkatkan produksi pangan dan mendukung ketahanan pangan nasional. Dengan dukungan dan kerjasama semua pihak, program ini diharapkan dapat berjalan sukses dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Mukomuko.