Bantul: Lumbung Pangan DIY, Dorong Swasembada Pangan Nasional
Kabupaten Bantul, Yogyakarta, fokus menjaga ketahanan pangan dengan berbagai strategi, mulai dari pembebasan pajak lahan pertanian hingga modernisasi teknologi pertanian untuk mencapai swasembada pangan.

Kabupaten Bantul, Yogyakarta, pada 27 Maret 2025, menunjukkan komitmen kuatnya dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Dengan hamparan sawah luas yang menghasilkan panen melimpah, Bantul berperan sebagai lumbung pangan utama di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Upaya ini melibatkan berbagai strategi, dari pembebasan pajak hingga modernisasi teknologi pertanian, untuk mencapai swasembada pangan.
Sektor pertanian di Bantul, yang meliputi 17 kecamatan dan 75 kelurahan, berkontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bantul mencatat lahan pertanian produktif seluas 13.991 hektare, yang menghasilkan 225.512 ton gabah kering panen pada tahun 2024. Pada tahun 2025, target luas tanam padi meningkat menjadi 34.546 hektare.
Pemerintah Kabupaten Bantul menyadari pentingnya peran sektor pertanian dalam pembangunan ekonomi daerah dan ketahanan pangan nasional. Oleh karena itu, berbagai program strategis digagas untuk mendukung para petani dan meningkatkan produktivitas pertanian. "Sektor pertanian merupakan salah satu sektor penting yang memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bantul," ujar Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih.
Pembebasan Pajak dan Dukungan Fasilitas Pertanian
Salah satu upaya kunci adalah pembebasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) untuk lahan pertanian. Hal ini bertujuan mencegah alih fungsi lahan pertanian menjadi sektor lain. "Program pembebasan PBB untuk lahan pertanian produktif bertujuan melindungi tanah pertanian agar tidak berubah fungsi," jelas Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta. Program ini selaras dengan prioritas nasional dalam mencapai swasembada pangan.
Selain pembebasan pajak, pemerintah juga memfasilitasi pembuatan pupuk organik dan penyediaan benih berkualitas bagi petani. Ketersediaan pupuk dan benih yang memadai menjadi kunci keberhasilan pertanian. Langkah ini memastikan petani memiliki akses mudah terhadap sumber daya penting untuk budidaya pertanian.
Pemerintah Kabupaten Bantul juga bekerja sama dengan Perum Bulog untuk menyerap gabah kering panen petani dengan harga pemerintah, yaitu Rp6.500 per kilogram. Langkah ini bertujuan untuk menstabilkan harga beras dan menjaga stok beras nasional. Target serapan gabah kering panen pada tahun 2025 adalah 600 ton.
Modernisasi Pertanian dan Infrastruktur
Modernisasi pertanian juga menjadi fokus utama. Pemerintah Kabupaten Bantul telah menyalurkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian, berupa traktor, rotary, dan hand sprayer. Alsintan ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian.
Bupati Bantul menekankan pentingnya sektor pertanian sebagai sektor unggulan di Bantul, selain industri dan pariwisata. "Sektor pertanian telah ditetapkan sebagai salah satu sektor unggulan, selain sektor industri dan pariwisata. Sektor pertanian menyumbang nilai PDRB yang besar untuk Kabupaten Bantul," kata Bupati Bantul.
Untuk mendukung modernisasi, pemerintah juga berkomitmen untuk menggenjot digitalisasi pertanian, termasuk penggunaan drone untuk pemupukan. "Kami akan genjot habis-habisan mekanisasi pertanian dan digitalisasi," tegas Bupati Bantul.
Perbaikan Infrastruktur Irigasi
Perbaikan infrastruktur irigasi juga menjadi bagian penting dari strategi ketahanan pangan. Pada tahun 2024, pemerintah telah merehabilitasi delapan daerah irigasi dan memelihara jaringan irigasi. Pada tahun 2025, perbaikan saluran irigasi akan dilakukan di sekitar 20 lokasi.
Selain perbaikan irigasi, pemerintah juga melakukan pemeliharaan dan peningkatan jalan untuk mendukung kelancaran distribusi hasil pertanian. Ketersediaan infrastruktur yang memadai sangat krusial untuk menunjang keberhasilan sektor pertanian.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bantul, Joko Waluyo, menambahkan bahwa perbaikan irigasi juga memanfaatkan dana pemerintah pusat. Pemerintah daerah juga berharap petani dapat mengolah lahan kembali setelah panen untuk meningkatkan frekuensi panen.
Dengan berbagai upaya tersebut, Kabupaten Bantul berupaya untuk terus menjadi lumbung pangan yang andal, mendukung ketahanan pangan nasional, dan meningkatkan kesejahteraan para petani. Kerjasama dan sinergi antara pemerintah, petani, dan berbagai pihak terkait menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan cita-cita tersebut.