BI Dorong Pertanian Gunakan Teknologi untuk Kendalikan Inflasi
Bank Indonesia (BI) melalui GNPIP mendorong sektor pertanian memanfaatkan teknologi untuk mengatasi fluktuasi pasokan dan menjaga stabilitas harga pangan guna mengendalikan inflasi.

Bank Indonesia (BI) melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) gencar mendorong sektor pertanian untuk memanfaatkan teknologi guna menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi. Hal ini disampaikan oleh Anggota Dewan Gubernur BI, Doni P. Joewono, dalam kegiatan GNPIP Jawa di Yogyakarta, Jumat (21/2). Inisiatif ini dilatarbelakangi oleh fluktuasi pasokan pangan yang signifikan, yang kerap kali menyebabkan ketidakstabilan harga di pasaran.
Salah satu kendala utama yang dihadapi sektor pertanian adalah fluktuasi pasokan yang cukup besar. Pada masa panen raya, pasokan melimpah bahkan hingga terjadi oversupply, sementara saat masa tanam, justru terjadi kelangkaan. Kondisi ini berdampak langsung pada harga pangan di pasaran, sehingga berpotensi memicu inflasi. Oleh karena itu, penggunaan teknologi dinilai sebagai solusi strategis untuk mengatasi permasalahan tersebut.
Doni P. Joewono menekankan pentingnya penerapan teknologi di sektor pertanian. Ia mencontohkan penggunaan Controlled Atmosphere Storage (CAS) di Jakarta sebagai solusi penyimpanan hasil panen yang efektif. "Kami mendorong ini (penggunaan teknologi). Kalau di Jakarta, ada yang disebut Controlled Atmosphere Storage (CAS). Kita harus berpikir agar semua daerah memiliki teknologi ini," ujarnya. BI optimistis bahwa dengan dukungan teknologi, fluktuasi pasokan dapat diminimalisir dan stabilitas harga pangan dapat terjaga.
Teknologi Pertanian sebagai Solusi Inflasi
GNPIP telah menunjukkan hasil positif dalam pengendalian inflasi pada tahun 2024, dengan angka inflasi mencapai 1,54 persen (year-on-year/yoy). Namun, tantangan tetap ada, seperti pengaruh cuaca, disparitas harga antarwilayah, dan pengelolaan pascapanen yang perlu mendapat perhatian serius. Untuk itu, GNPIP 2025 merumuskan sejumlah rekomendasi strategis.
Rekomendasi tersebut meliputi optimalisasi implementasi kebijakan Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (PLP2B), mendorong intensifikasi pertanian di sentra produksi, dan peningkatan partisipasi generasi muda (petani milenial) serta pemanfaatan teknologi di sektor pertanian. BI berkomitmen mendukung penuh upaya membangun kemandirian pangan dan kesejahteraan masyarakat sektor pertanian melalui keberlanjutan program GNPIP 2025.
Selain itu, BI juga akan mengoptimalkan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) untuk meningkatkan pembiayaan sektor prioritas, termasuk sektor pertanian. Hal ini bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di sektor pertanian.
Strategi GNPIP Jawa dalam Mengendalikan Inflasi
GNPIP merupakan kolaborasi antara BI, Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP), dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di berbagai daerah. GNPIP Jawa, misalnya, telah merumuskan program strategis untuk mengakselerasi hilirisasi dan ketahanan pangan. Program-program tersebut meliputi tiga fokus utama.
Pertama, peningkatan produksi komoditas pangan strategis melalui intensifikasi pertanian dengan penggunaan bibit unggul, penyediaan sarana prasarana, dan pemanfaatan digital farming. Kedua, mendukung penyediaan pasokan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Kerja Sama Antar Daerah (KAD) dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).
Ketiga, penguatan peran off taker (BUMD/BUMDes Pangan) untuk menjaga ketersediaan pasokan komoditas pangan antarwaktu dan antarwilayah melalui penguatan kelembagaan dan aspek permodalan. Dengan strategi yang terintegrasi dan kolaboratif ini, GNPIP diharapkan dapat semakin efektif dalam menjaga stabilitas harga pangan dan mengendalikan inflasi.
Melalui berbagai strategi dan program yang telah dan akan dijalankan, GNPIP menunjukkan komitmen yang kuat dalam menjaga stabilitas harga pangan dan mengendalikan inflasi. Pemanfaatan teknologi di sektor pertanian menjadi kunci utama dalam mencapai tujuan tersebut, memastikan ketahanan pangan nasional, dan meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia.