BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi di Kepri hingga 5 April: Waspada bagi Pelayaran!
BMKG memperingatkan potensi gelombang tinggi hingga 2,5 meter di perairan Kepulauan Riau (Kepri) pada 2-5 April 2025, berisiko bagi keselamatan pelayaran.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di perairan Kepulauan Riau (Kepri) yang diperkirakan berlangsung dari tanggal 2 hingga 5 April 2025. Peringatan ini disampaikan menyusul prakiraan kondisi cuaca yang menunjukkan potensi gelombang tinggi yang membahayakan aktivitas pelayaran di wilayah tersebut. Peringatan dini ini berlaku mulai tanggal 2 April pukul 07.00 WIB hingga 5 April 2025.
Prakirawan BMKG, Dany Pangestu, menjelaskan bahwa pola angin di wilayah perairan Kepri umumnya diprediksi bergerak dari barat laut menuju timur laut dengan kecepatan berkisar antara 3 hingga 20 knot. Kecepatan angin tertinggi diperkirakan terjadi di perairan Kepri bagian selatan. BMKG mengimbau masyarakat pesisir dan para pelaku pelayaran untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya gelombang tinggi ini.
Informasi ini sangat penting bagi para nelayan dan operator kapal di Kepri untuk mengambil langkah-langkah antisipatif guna mencegah kecelakaan laut. BMKG menekankan pentingnya memperhatikan peringatan dini ini untuk keselamatan dan keamanan di laut. Seluruh pihak terkait diimbau untuk selalu memantau perkembangan informasi cuaca terkini dari BMKG.
Waspada Gelombang Tinggi di Perairan Kepri
BMKG memprediksi tinggi gelombang di beberapa wilayah perairan Kepri akan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter. Wilayah yang berpotensi mengalami gelombang tinggi tersebut meliputi perairan utara Kepulauan Natuna, perairan Kepulauan Subi-Serasan, perairan timur Kepulauan Natuna, dan perairan selatan Kepulauan Natuna. BMKG memberikan peringatan khusus bagi para nelayan dan operator kapal yang beroperasi di wilayah-wilayah tersebut.
Peringatan ini dikeluarkan sebagai langkah antisipasi untuk mencegah terjadinya kecelakaan laut akibat gelombang tinggi. BMKG menyarankan agar para nelayan dan operator kapal selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut dan mengikuti arahan dari otoritas maritim setempat. Penting untuk selalu waspada dan memprioritaskan keselamatan.
BMKG juga memberikan panduan terkait risiko keselamatan pelayaran. Perahu nelayan disarankan untuk tidak melaut jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter. Sementara itu, kapal tongkang berisiko jika kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter. Keputusan untuk tetap berlayar atau tidak harus mempertimbangkan faktor keselamatan sebagai prioritas utama.
Rekomendasi Keselamatan Pelayaran
Mengingat potensi bahaya gelombang tinggi yang signifikan, BMKG merekomendasikan beberapa langkah penting untuk memastikan keselamatan pelayaran di perairan Kepri selama periode peringatan dini ini. Para nelayan dan operator kapal diimbau untuk selalu memantau informasi cuaca terkini dari BMKG dan mengikuti arahan dari otoritas maritim setempat.
Sebelum melaut, pemeriksaan kondisi kapal dan peralatan keselamatan sangat penting. Pastikan semua peralatan keselamatan berfungsi dengan baik dan sesuai standar. Periksa juga prakiraan cuaca dan kondisi laut sebelum memulai perjalanan. Jangan memaksakan diri untuk melaut jika kondisi cuaca tidak memungkinkan.
Komunikasi yang baik juga sangat penting. Selalu informasikan rencana perjalanan kepada keluarga atau pihak terkait. Jika terjadi keadaan darurat, segera hubungi otoritas maritim atau lembaga terkait untuk mendapatkan bantuan.
Dengan memperhatikan peringatan dini dan rekomendasi keselamatan dari BMKG, diharapkan dapat meminimalisir risiko kecelakaan laut dan memastikan keselamatan para nelayan dan operator kapal di perairan Kepri.
BMKG akan terus memantau dan memberikan informasi terkini terkait kondisi cuaca dan gelombang di perairan Kepri. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan selalu mengutamakan keselamatan.