Waspada! Gelombang Tinggi Ancam Perairan Kepri, SAR Tanjungpinang Imbau Masyarakat Tetap Siaga
Kantor SAR Tanjungpinang mengimbau masyarakat Kepri untuk waspada terhadap potensi gelombang tinggi hingga 4 meter yang diprediksi terjadi hingga 23 Maret 2025 akibat cuaca ekstrem.

Tanjungpinang, 20 Maret 2025 - Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi yang mengancam perairan setempat. Imbauan ini dikeluarkan menyusul prediksi cuaca ekstrem dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang berpotensi menimbulkan gelombang laut berbahaya.
Kepala Kantor SAR Tanjungpinang, Fazzli, menyampaikan bahwa imbauan ini terutama ditujukan kepada nelayan, mengingat sebagian besar mata pencaharian warga Kepri bergantung pada sektor kelautan. "Utamakan keselamatan dengan memperhatikan kondisi gelombang laut," tegas Fazzli dalam keterangan resminya pada Kamis, 20 Maret 2025. Peringatan ini sangat penting mengingat potensi bahaya yang mengintai para nelayan yang tengah melaut.
Prediksi BMKG menunjukkan cuaca ekstrem berupa angin kencang, hujan deras disertai petir akan melanda Kepri hingga tanggal 23 Maret 2025. Kondisi ini diyakini dapat memicu gelombang tinggi di berbagai perairan Kepri, dengan ketinggian diperkirakan mencapai 1,5 hingga 4 meter. Tingginya gelombang berpotensi membahayakan keselamatan para nelayan dan aktivitas pelayaran di perairan Kepri.
Gelombang Tinggi di Beberapa Perairan Kepri
Berdasarkan informasi yang diterima dari BMKG, gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter diperkirakan akan terjadi di perairan Batam, Bintan, Karimun, dan Lingga. Sedangkan gelombang yang lebih tinggi, antara 2,5 hingga 4 meter, berpotensi terjadi di perairan Anambas dan Natuna. Perbedaan ketinggian gelombang ini menunjukkan adanya variasi kondisi cuaca di berbagai wilayah perairan Kepri.
SAR Tanjungpinang juga menghimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi lainnya, seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang yang dapat terjadi selama periode cuaca ekstrem ini. Masyarakat diimbau untuk selalu siaga dan mengikuti arahan dari pihak berwenang.
Selain itu, bagi masyarakat yang beraktivitas di laut, seperti nelayan dan pelaut, disarankan untuk selalu memperhatikan informasi prakiraan cuaca sebelum berangkat melaut. Penting untuk memastikan keselamatan diri dan harta benda dengan selalu waspada terhadap kondisi alam yang berubah-ubah.
Imbauan untuk Selalu Memantau Informasi Cuaca
Fazzli juga menekankan pentingnya memantau informasi cuaca secara berkala dari sumber resmi, yaitu BMKG. "Selalu pantau pembaruan informasi cuaca dari sumber resmi, seperti BMKG," ujarnya. Hal ini penting untuk mendapatkan informasi terkini dan akurat tentang kondisi cuaca dan gelombang laut.
Meskipun cuaca diprediksi akan membaik setelah tanggal 23 Maret 2025, dengan intensitas hujan yang menurun dan kondisi berawan yang mendominasi, masyarakat tetap disarankan untuk tetap waspada dan terus memantau perkembangan informasi cuaca dari BMKG. Kewaspadaan ini penting untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Langkah antisipasi dan kewaspadaan dari masyarakat sangat penting dalam menghadapi potensi bencana alam. Dengan selalu mengikuti informasi resmi dan memperhatikan kondisi alam sekitar, diharapkan masyarakat dapat meminimalisir risiko yang ditimbulkan oleh cuaca ekstrem dan gelombang tinggi di perairan Kepri.