BPOM Siap Dukung Program Makan Bergizi Gratis, Tunggu Kerjasama Formal
BPOM menyatakan kesiapannya mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) namun menunggu kerjasama resmi dari Badan Gizi Nasional (BGN) setelah kasus keracunan makanan di Sukoharjo.

Kasus Keracunan di Sukoharjo Pacu Kolaborasi BPOM dan BGN
Setelah kasus dugaan keracunan makanan yang menimpa puluhan siswa SD di Sukoharjo akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis, 16 Januari 2024, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi lebih lanjut. Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menjelaskan bahwa pihaknya telah berkontribusi dalam MBG, namun masih menunggu kerjasama formal dari Badan Gizi Nasional (BGN).
BPOM siap menjalankan 19 jenis pekerjaan untuk mendukung program MBG. Namun, Ikrar menekankan pentingnya nota kesepahaman (MoU) agar setiap tindakan yang dilakukan oleh petugas BPOM dapat dipertanggungjawabkan secara finansial, mengingat pembiayaan berasal dari anggaran negara. Kejelasan kerja sama ini penting untuk memastikan efektivitas dukungan BPOM dalam pencegahan kejadian serupa di masa mendatang.
Kronologi dan Penanganan Kasus Keracunan
Menurut Kepala BGN, Dadan Hindayana, kesalahan teknis dalam pengolahan ayam pada menu MBG diduga menjadi penyebab keracunan. Sebanyak 40 anak mengalami mual dan muntah setelah mengonsumsi ayam yang telah dimarinasi. Pihak sekolah langsung menarik ayam tersebut dan menggantinya dengan telur. Semua anak yang terdampak langsung mendapatkan perawatan di puskesmas terdekat dan kini kondisinya telah membaik.
Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (KPK), Hasan Nasbi, memastikan penanganan kasus ini telah sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP). Sekolah melaporkan kejadian tersebut kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan puskesmas. SPPG, yang bertanggung jawab atas pengelolaan dapur umum MBG, langsung menarik makanan yang bermasalah dan menggantinya. Sebagai bagian dari SOP, SPPG juga menyimpan sampel makanan selama 48 jam untuk keperluan investigasi.
Evaluasi dan Langkah ke Depan
Insiden di Sukoharjo menjadi bahan evaluasi penting bagi BGN sebagai penanggung jawab utama program MBG, yang merupakan program prioritas pemerintahan. SOP yang ada akan ditinjau kembali untuk mencegah kejadian serupa terulang. Kerjasama yang lebih terstruktur antara BPOM dan BGN diharapkan dapat meningkatkan pengawasan dan keamanan pangan dalam program MBG, demi menjamin kesehatan anak-anak Indonesia.
Dengan adanya kerjasama yang resmi, diharapkan BPOM dapat memberikan kontribusi yang lebih optimal untuk menjamin keamanan dan mutu makanan dalam program MBG.