Bulog Dapat Rp16 Triliun untuk Serap 3 Juta Ton Beras
Bulog mendapat anggaran Rp16 triliun dari APBN untuk menyerap 3 juta ton beras dalam tiga bulan ke depan, guna menjamin ketersediaan beras dan mendukung swasembada pangan.

Bulog mendapatkan suntikan dana besar untuk stabilisasi harga beras. Direktur Utama Bulog, Wahyu Suparyono, mengumumkan bahwa Bulog telah mendapat alokasi anggaran Rp16 triliun dari APBN untuk menyerap 3 juta ton beras setara dalam tiga bulan ke depan. Pengumuman ini disampaikan Kamis lalu seusai rapat koordinasi bersama Menteri Pertanian di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta.
Penyerapan beras dilakukan untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan. Anggaran tersebut, menurut Wahyu, sudah cukup untuk mencapai target penyerapan 3 juta ton beras. Penyerapan akan mencakup gabah kering panen (GKP) dan beras, dengan proporsi masing-masing yang akan dibahas lebih lanjut.
Bulog siapkan strategi penyerapan beras secara menyeluruh. Bulog menyatakan kesiapannya menjalankan penugasan pemerintah ini. Mereka tidak bekerja sendiri, melainkan berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk BUMN lain, TNI, Badan Pangan Nasional (Bapanas), dan Kementerian Perdagangan. Kerja sama ini mencakup pemanfaatan gudang dan logistik.
Solusi untuk keterbatasan kapasitas gudang Bulog. Wahyu menjelaskan bahwa Bulog telah berkoordinasi dengan Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras Indonesia (Perpadi) untuk menggunakan gudang mereka jika gudang Bulog penuh. Sistem gudang filial akan diterapkan, atau Bulog akan menanggung biaya sewa gudang anggota Perpadi.
Penyerapan beras sebagai upaya mendukung swasembada pangan. Wahyu menekankan kesiapan Bulog dalam menjalankan tugas ini, yang dianggap sebagai misi penting dalam rangka mendukung program swasembada pangan Presiden. Keterlibatan berbagai pihak menunjukkan komitmen untuk memastikan keberhasilan program ini.
Kesimpulannya, pemerintah melalui Bulog berkomitmen untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan beras di Indonesia. Anggaran Rp16 triliun dan kolaborasi antar lembaga diharapkan mampu mencapai target penyerapan 3 juta ton beras dalam tiga bulan mendatang. Ini merupakan langkah strategis dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional.