Cek Kesehatan Gratis Jakarta: Pemeriksaan, Bukan Pengobatan
Pemerintah DKI Jakarta meluncurkan program cek kesehatan gratis mulai 10 Februari 2025, namun layanan ini hanya mencakup pemeriksaan, bukan pengobatan atau tindakan medis lanjutan.

Jakarta, 9 Februari 2025 - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meluncurkan program cek kesehatan gratis yang dimulai pada 10 Februari 2025. Namun, penting untuk dicatat bahwa program ini hanya mencakup pemeriksaan kesehatan, bukan pengobatan atau tindakan medis. Hal ini ditegaskan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, dalam konferensi pers Minggu lalu.
Pemeriksaan, Bukan Pengobatan
Ani menjelaskan bahwa program ini berfokus pada deteksi dini berbagai penyakit. "Bukan pengobatan," tegasnya. Sebagai contoh, pemeriksaan gigi akan meliputi pengecekan kondisi gigi secara menyeluruh, namun tidak termasuk penambalan gigi yang berlubang. Penanganan lebih lanjut, seperti penambalan, akan dilakukan secara terpisah dan memerlukan mekanisme pelayanan di Puskesmas atau rumah sakit.
Selain pemeriksaan fisik, pasien juga akan menerima edukasi kesehatan terkait kondisi mereka. Terapi atau pengobatan akan diberikan secara terpisah setelah hasil pemeriksaan diketahui. Jenis pemeriksaan disesuaikan dengan usia dan penyakit yang paling umum di setiap kelompok usia.
Sasaran dan Jenis Pemeriksaan
Program ini menargetkan berbagai kelompok usia dengan pemeriksaan yang disesuaikan. Bayi baru lahir akan menjalani skrining Hipotiroid Kongenital (SHK) dan skrining G6PD. Skrining G6PD sangat penting karena defisiensi enzim ini dapat menyebabkan anemia berat, gagal ginjal, bahkan kematian.
Balita dan anak prasekolah akan menjalani pemeriksaan pertumbuhan, perkembangan, dan deteksi dini penyakit seperti tuberkulosis, gangguan pendengaran, masalah mata, gigi, talasemia, dan gula darah. Pada usia dewasa, fokus pemeriksaan meliputi evaluasi faktor risiko kardiovaskular dan paru, deteksi dini kanker (payudara, leher rahim, paru, dan usus), fungsi indera, kesehatan jiwa, hati, dan pemeriksaan khusus untuk calon pengantin.
Lansia akan menjalani pemeriksaan yang fokus pada deteksi masalah kesehatan umum seperti geriatri, gangguan kardiovaskular dan paru, kanker, fungsi indera, kesehatan jiwa, dan hati. Pemeriksaan laboratorium seperti gula darah, kolesterol, ureum, dan kreatinin juga tersedia untuk menilai fungsi ginjal. Semua pemeriksaan ini dapat dilakukan di Puskesmas.
Pelaksanaan Program
Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan 44 Puskesmas di tingkat kecamatan untuk melayani program ini. Untuk menghindari antrean panjang, layanan dibatasi hingga 30 orang per hari. Meskipun demikian, Pemprov DKI Jakarta menyatakan kemungkinan untuk menerima pasien lebih dari kuota jika diperlukan.
Program cek kesehatan gratis ini merupakan langkah penting dalam upaya deteksi dini penyakit dan peningkatan kesehatan masyarakat Jakarta. Dengan fokus pada pemeriksaan dan edukasi, program ini diharapkan dapat membantu masyarakat lebih memahami kondisi kesehatannya dan mendapatkan perawatan yang tepat jika diperlukan.
"Kami berharap program ini dapat membantu mendeteksi penyakit sejak dini sehingga pengobatan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif," kata Ani Ruspitawati.