Daging Sapi di Pasar Bengkulu Aman Dikonsumsi, Pemkot Pastikan Kualitas Jelang Idul Fitri
Pemerintah Kota Bengkulu memastikan daging sapi di pasar aman dikonsumsi masyarakat menjelang Idul Fitri 2025 setelah dilakukan pemeriksaan kualitas dan kelengkapan administrasi.

Pemerintah Kota Bengkulu memastikan keamanan daging sapi yang dijual di Pasar Panorama dan Pasar Minggu menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H. Pemeriksaan dilakukan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bengkulu melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan. Hasilnya menunjukkan bahwa daging sapi yang beredar aman dikonsumsi masyarakat.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Kota Bengkulu, Henny Kusuma Dewi, menyatakan bahwa "Dari hasil pemeriksaan, alhamdulillah PH daging menunjukkan kisaran angka lima hingga enam yang artinya daging tersebut dalam kondisi baik." Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan daging yang dikonsumsi warga Kota Bengkulu Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).
Selain kualitas daging, petugas juga memeriksa kelengkapan administrasi, termasuk Surat Keterangan Kesehatan Daging dari Rumah Potong Hewan (RPH) dan Surat Retribusi Pemotongan di RPH. Langkah ini dilakukan untuk menjamin seluruh proses distribusi daging terlacak dan sesuai standar.
Pemeriksaan Kualitas Daging dan Imbauan kepada Masyarakat
Meskipun hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi daging yang baik, Henny Kusuma Dewi tetap mengimbau masyarakat untuk teliti dalam memilih daging. Masyarakat disarankan untuk memperhatikan ciri-ciri daging yang sehat, yaitu:
- Warna merah cerah dan mengilap
- Tidak pucat, kotor, atau berbau busuk
- Konsistensi kenyal, tidak berair atau berlendir
- Lemak berwarna putih kekuningan dengan tekstur keras
- Serat daging tampak jelas
Dengan memperhatikan ciri-ciri tersebut, masyarakat dapat lebih mudah membedakan daging yang layak konsumsi dari yang tidak.
Peningkatan Konsumsi dan Pengawasan Peredaran Daging
Pemkot Bengkulu juga memperketat izin peredaran daging sapi segar di seluruh pasar selama Ramadhan dan Idul Fitri. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi daging hingga 50 persen selama periode tersebut dan memastikan daging yang beredar layak konsumsi serta bukan daging celeng atau babi.
Pengawasan ketat ini meliputi pemeriksaan di RPH, baik sebelum maupun sesudah pemotongan hewan, termasuk sapi, kambing, dan kerbau. Tujuannya adalah untuk memastikan seluruh proses, dari pemotongan hingga penjualan, memenuhi standar keamanan pangan.
Dengan langkah-langkah tersebut, Pemkot Bengkulu berupaya menjamin ketersediaan daging yang aman dan sehat bagi masyarakat Kota Bengkulu selama Ramadhan dan Idul Fitri. Komitmen ini menunjukkan kepedulian pemerintah terhadap kesehatan dan keamanan pangan warganya.
Pemeriksaan yang menyeluruh ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Kota Bengkulu dalam mengkonsumsi daging sapi selama periode peningkatan kebutuhan tersebut. Pemerintah Kota Bengkulu berkomitmen untuk terus mengawasi dan memastikan kualitas daging yang beredar di pasaran.