DPRD Bali Setuju Reaktivasi Trans Metro Dewata, Gunakan APBD Perubahan!
Mahasiswa berhasil mendorong DPRD Bali untuk mengalokasikan dana APBD guna mengaktifkan kembali Trans Metro Dewata (TMD) yang terhenti sejak Januari 2025, meskipun tanpa menggeser anggaran APBD 2025 yang telah ditetapkan.

Denpasar, 27 Februari 2025 - Apa yang terjadi? Ratusan mahasiswa dan pengguna Trans Metro Dewata (TMD) berhasil menyuarakan aspirasi mereka kepada DPRD Bali. Siapa yang terlibat? Mahasiswa, DPRD Bali, Gubernur Bali Wayan Koster, dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Di mana peristiwa ini terjadi? Di Kantor DPRD Bali, Denpasar. Kapan peristiwa ini terjadi? Pada 27 Februari 2025. Mengapa hal ini penting? Karena penghentian operasional TMD sejak 1 Januari 2025 telah menimbulkan kesulitan transportasi bagi masyarakat, khususnya di jalur Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan. Bagaimana hal ini ditangani? DPRD Bali menyetujui alokasi dana melalui APBD Perubahan untuk mengaktifkan kembali TMD.
Langkah ini diambil setelah mahasiswa menyampaikan aspirasi mereka, yang didukung oleh kajian mendalam terkait dampak penghentian TMD. Aspirasi tersebut meliputi pengalokasian anggaran APBD untuk reaktivasi layanan TMD, keberlanjutan operasional dengan mekanisme subsidi yang jelas, dan peningkatan sosialisasi serta integrasi TMD dengan moda transportasi lainnya. Ketua DPRD Bali, Dewa Made Mahayadnya, merespon positif aspirasi tersebut.
Keputusan ini diambil setelah adanya penghentian mendadak operasional TMD oleh Kemenhub pada awal tahun 2025. Hal ini menimbulkan kejutan bagi DPRD Bali dan Pemprov Bali, mengingat anggaran APBD 2025 telah disahkan pada September 2024. Situasi ini semakin kompleks dengan adanya peralihan kepemimpinan di Bali dari Penjabat Gubernur ke Gubernur terpilih.
Reaktivasi Trans Metro Dewata: Solusi APBD Perubahan
DPRD Bali menemukan solusi untuk mengaktifkan kembali TMD tanpa perlu menggeser alokasi APBD 2025 yang telah ditetapkan. Mereka akan memanfaatkan APBD Perubahan yang memungkinkan penambahan anggaran di luar rencana awal. Proses ini akan melalui sidang paripurna dan membutuhkan waktu, namun diyakini tidak akan mengganggu alokasi anggaran yang telah ditetapkan sebelumnya. Ketua DPRD Bali memastikan bahwa dana APBD tetap aman dan akan segera dialokasikan untuk operasional TMD.
Langkah ini diapresiasi oleh mahasiswa yang telah menyampaikan aspirasinya dengan kajian yang komprehensif. DPRD Bali mengakui bahwa sejak awal penghentian operasional TMD, mereka telah berupaya mencari solusi terbaik. Komunikasi intensif dengan Gubernur terpilih Wayan Koster juga dilakukan untuk mencari jalan keluar yang tepat.
Setelah serah terima jabatan Gubernur Bali pada 4 Maret 2025, DPRD Bali berjanji akan segera mengkomunikasikan rencana ini dengan Gubernur terpilih. Mereka optimis TMD akan segera beroperasi kembali. "Mudah-mudahan besok saya diberi waktu membicarakan lebih lanjut, kalau pun mundur itu hanya proses tapi dana APBD tidak kemana-mana kami akan segera buka operasikan TMD secepatnya," ujar Dewa Mahayadnya.
Dukungan Mahasiswa dan Solusi Jangka Panjang
Partisipasi aktif mahasiswa dalam memperjuangkan kembali operasional TMD menjadi bukti kepedulian mereka terhadap aksesibilitas transportasi publik yang memadai. Kajian yang mereka hadirkan turut memperkuat argumentasi dan mempermudah proses pengambilan keputusan di DPRD Bali. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi contoh sinergi positif antara mahasiswa dan pemerintah daerah dalam menyelesaikan permasalahan publik.
Selain reaktivasi, aspirasi mahasiswa juga menekankan pentingnya keberlanjutan operasional TMD melalui mekanisme subsidi yang jelas. Hal ini memastikan agar TMD dapat beroperasi secara berkelanjutan dan tidak terhenti kembali di masa mendatang. Peningkatan sosialisasi dan integrasi TMD dengan moda transportasi lain juga menjadi poin penting untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas layanan TMD.
Reaktivasi TMD diharapkan mampu memberikan solusi transportasi yang lebih baik bagi masyarakat Bali, khususnya di wilayah Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan. Dengan adanya dukungan dari DPRD Bali dan Pemprov Bali, diharapkan TMD dapat kembali beroperasi secara optimal dan memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat.
Proses ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam merespon aspirasi masyarakat dan mencari solusi atas permasalahan transportasi publik. Semoga dengan adanya reaktivasi TMD, mobilitas masyarakat Bali akan semakin lancar dan efisien.
Ke depan, perlu adanya evaluasi dan perencanaan yang matang untuk memastikan keberlanjutan operasional TMD, termasuk mekanisme pendanaan dan pengelolaan yang efektif dan efisien. Hal ini penting untuk mencegah terulangnya permasalahan yang sama di masa mendatang.