Erick Thohir: RUPS Himbara Dorong Efisiensi Pengelolaan dan Akselerasi Program Pemerintah
RUPS Himbara bertujuan meningkatkan efisiensi pengelolaan perbankan BUMN dan mendukung program pemerintah seperti pembangunan rumah, ketahanan pangan, dan UMKM, serta menjaga transparansi.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, mengumumkan bahwa Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan BUMN di sektor perbankan. Hal ini disampaikan dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta pada Kamis, 27 Maret. Kementerian BUMN, selaku pengawas, mendukung penuh upaya peningkatan tata kelola, transparansi, dan kinerja perusahaan-perusahaan perbankan milik negara.
Keputusan ini diambil mengingat pentingnya peran Himbara dalam menopang berbagai program pemerintah. Erick Thohir menyebutkan beberapa program prioritas yang membutuhkan dukungan perbankan, termasuk program pembangunan 3 juta rumah, program pertanian untuk ketahanan pangan nasional, dan pengembangan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dukungan perbankan sangat krusial untuk keberhasilan program-program tersebut.
Dengan demikian, RUPS BRI, Bank Mandiri, BNI, dan BTN diharapkan mampu mendorong peningkatan kinerja dan transparansi Himbara. Peningkatan ini akan berdampak positif pada akselerasi program-program pemerintah dan berkontribusi pada kemajuan ekonomi nasional. Erick Thohir menekankan pentingnya sinergi antara Himbara dan pemerintah untuk mencapai tujuan tersebut.
RUPS Himbara: Antara Efisiensi dan Dukungan Program Pemerintah
RUPS Himbara tidak hanya difokuskan pada memaksimalkan dukungan bagi program-program pemerintah. Erick Thohir menjelaskan bahwa langkah ini juga sangat penting dalam menghadapi situasi ekonomi global yang penuh ketidakpastian. Ketidakpastian pasar keuangan, konflik geopolitik, dan perlambatan ekonomi di sejumlah negara turut mempengaruhi perekonomian Indonesia.
Meskipun demikian, Erick Thohir tetap optimistis terhadap peluang pertumbuhan ekonomi, khususnya di negara berkembang. Ia mencatat respons positif pasar terhadap RUPS Himbara, terlihat dari peningkatan harga saham BUMN di sektor perbankan. Hal ini menunjukkan kepercayaan pasar terhadap langkah-langkah yang diambil pemerintah.
Keberadaan wakil-wakil pemerintah dalam komposisi pemegang saham Himbara juga dijaga. Menurut Erick Thohir, hal ini penting untuk menjaga sinergi antara pemerintah dan Himbara dalam menjalankan program-program pemerintah. Sebagai contoh, terdapat perwakilan Kementerian UMKM di BRI dan perwakilan pemerintah di sektor perumahan di BTN. Namun, Erick Thohir menegaskan bahwa pengawasan tetap menjadi prioritas, dengan melibatkan Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan lembaga pengawas lainnya.
Transparansi dan Pengawasan Tetap Diutamakan
Erick Thohir menekankan pentingnya transparansi dan pengawasan dalam pengelolaan Himbara. Keberadaan wakil pemerintah dalam jajaran pemegang saham bertujuan untuk memastikan sinergi dan pengawasan yang efektif. Namun, pengawasan juga dilakukan oleh lembaga independen seperti Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia untuk memastikan akuntabilitas dan tata kelola yang baik.
Dengan adanya pengawasan yang ketat dan sinergi yang kuat antara pemerintah dan Himbara, diharapkan pengelolaan perbankan BUMN dapat semakin efisien dan efektif. Hal ini akan mendukung pencapaian tujuan-tujuan pembangunan nasional dan memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia.
Langkah ini juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik dan investor terhadap kinerja Himbara. Dengan demikian, Himbara dapat berperan lebih besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah tantangan ekonomi global.
Secara keseluruhan, RUPS Himbara merupakan langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi pengelolaan perbankan BUMN, sekaligus mendukung program-program pemerintah yang berdampak luas bagi masyarakat Indonesia. Keberhasilan RUPS ini akan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.