H-2 Lebaran: Jalur Bandung-Garut Padat Merayap, Polisi Terapkan Sistem Satu Arah
Kemacetan parah terjadi di jalur Bandung-Garut pada H-2 Lebaran, polisi menerapkan sistem satu arah untuk mengurai kepadatan arus kendaraan yang menuju tempat wisata dan silaturahmi.

Kemacetan panjang melanda jalur Bandung-Garut pada hari kedua Lebaran (H-2), Selasa pagi. Ribuan kendaraan mengular dari arah Bandung menuju Garut, terutama di sekitar Nagreg dan Kadungora. Kepadatan ini disebabkan oleh peningkatan volume kendaraan yang menuju tempat wisata dan rumah sanak saudara untuk bersilaturahmi.
Kepadatan arus lalu lintas mulai terasa sejak perbatasan Kabupaten Bandung di Nagreg hingga Kadungora, Kabupaten Garut. Kendaraan hanya dapat melaju satu jalur dengan kecepatan yang sangat rendah. Kondisi ini menyebabkan antrean kendaraan yang cukup panjang dan membuat perjalanan menjadi lebih lama dari biasanya. Situasi ini diperparah dengan tingginya volume kendaraan yang menuju berbagai destinasi wisata di Garut.
Petugas kepolisian dari Polres Garut diterjunkan untuk mengatur dan mengamankan arus lalu lintas. Mereka berupaya semaksimal mungkin untuk mengurai kemacetan dan memastikan kelancaran perjalanan masyarakat. Sebagai langkah antisipasi, polisi memberlakukan sistem satu arah di beberapa titik untuk mengurai kepadatan kendaraan.
Penutupan Sepenggal Jalan dan Pengalihan Arus
Untuk mengatasi kepadatan yang terjadi di pertigaan Lingkar Kadungora, polisi memberlakukan penutupan sepenggal jalan dari arah Garut menuju Bandung. Langkah ini dilakukan untuk mengalihkan arus kendaraan dari jalur utama menuju jalur alternatif, yaitu Lingkar Kadungora, guna mengurangi kepadatan di Jalan Raya Bandung-Garut. Hal ini diharapkan dapat memperlancar arus kendaraan dari arah Bandung menuju Garut.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Garut, Iptu Aang Andi Suhandi, menjelaskan bahwa kepadatan arus kendaraan di jalur Bandung-Garut merupakan hal yang wajar mengingat momen Lebaran. Banyak masyarakat yang memanfaatkan libur Lebaran untuk mengunjungi tempat wisata atau bersilaturahmi ke sanak saudara. "Kami sudah siapkan personel untuk melakukan pengamanan di jalur selama Operasi Ketupat ini agar lalu lintas tetap lancar," kata Iptu Aang.
Iptu Aang menambahkan bahwa kepadatan juga terjadi di jalur nasional Limbangan-Malangbong menuju Tasikmalaya. Banyak kendaraan yang menuju tempat wisata di Pangandaran juga melewati jalur ini, sehingga menambah volume kendaraan di jalan tersebut. "Kemungkinan arus wisata ke Pangandaran," tambahnya.
Sistem Satu Arah sebagai Solusi
Sebagai upaya untuk mengurai kepadatan di jalur nasional Limbangan-Malangbong dan jalur provinsi Kadungora-Garut, polisi menerapkan sistem satu arah. Sistem ini dilakukan dengan menutup sebagian jalur untuk mengarahkan kendaraan ke jalur lainnya. Tujuannya adalah untuk mengurangi kepadatan di jalur utama dan memperlancar arus lalu lintas.
"Sistem penutupan sepenggal kita berlakukan untuk mengatasi kepadatan di jalur," jelas Iptu Aang. Dengan sistem ini, diharapkan arus kendaraan dapat terurai dan perjalanan masyarakat dapat lebih lancar dan aman. Petugas kepolisian terus memantau dan melakukan pengaturan lalu lintas untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.
Polisi mengimbau kepada masyarakat untuk tetap bersabar dan mematuhi arahan petugas di lapangan. Disarankan juga untuk selalu mengecek kondisi lalu lintas sebelum melakukan perjalanan, dan mempersiapkan diri dengan bekal yang cukup untuk mengantisipasi kemungkinan kemacetan.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk memilih jalur alternatif jika memungkinkan, untuk menghindari kemacetan di jalur utama. Dengan kerja sama dan saling pengertian antara petugas dan pengguna jalan, diharapkan arus mudik dan balik Lebaran dapat berjalan dengan lancar dan aman.