Harga Beras di Pangkalpinang Turun Setelah Lebaran: Stok Berlimpah, Harga Premium Sentuh Rp15.833 per Kg
Harga beras di Pangkalpinang turun pasca Lebaran Idul Fitri 2025 karena stok melimpah; harga beras premium kini Rp15.833 per kg, beras medium Rp13.800 per kg.

Pangkalpinang, 4 April 2025 - Kabar baik datang dari Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Harga beras di sejumlah pasar tradisional mengalami penurunan setelah perayaan Idul Fitri 1445 Hijriah. Penurunan harga ini disebabkan oleh melimpahnya stok beras yang tersedia di pasaran.
Penurunan harga beras terjadi di Pasar Pembangunan Pangkalpinang, yang terpantau pada H+3 Lebaran. Hal ini dikonfirmasi oleh Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang, Yiyi Zilaida Dwitri. Beliau menjelaskan bahwa permintaan beras medium dan premium mengalami penurunan setelah Lebaran. Kondisi ini yang kemudian berdampak pada turunnya harga jual di pasaran.
Lebih lanjut, Yiyi Zilaida Dwitri menambahkan bahwa kelancaran pasokan beras dari sentra produksi di Pulau Sumatera dan Jawa turut berkontribusi terhadap ketersediaan stok yang melimpah. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu khawatir akan kekurangan pasokan beras di masa mendatang.
Turunnya Harga Beras Premium dan Medium
Berdasarkan pantauan di Pasar Pembangunan Pangkalpinang, harga beras premium kini turun menjadi Rp15.833 per kilogram. Sebelumnya, harga beras premium mencapai Rp16.500 per kilogram. Sementara itu, harga beras medium juga mengalami penurunan, dari Rp15.000 per kilogram menjadi Rp13.800 per kilogram.
Penurunan harga ini tentu menjadi angin segar bagi masyarakat Pangkalpinang. Dengan harga yang lebih terjangkau, daya beli masyarakat diharapkan dapat meningkat. Pemerintah daerah pun turut berperan aktif dalam memantau stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok lainnya.
Selain beras, harga komoditas lain juga terpantau stabil. Harga gula pasir tetap berada di angka Rp19.000 per kilogram. Minyak goreng sederhana kemasan bertahan di harga Rp20.000 per kilogram, sedangkan minyak goreng kemasan merek tertentu dibanderol Rp17.000 per kemasan. Untuk terigu, harga terigu curah Rp11.000 per kilogram dan terigu kemasan Rp14.000 per kemasan. Terakhir, harga garam tetap stabil di angka Rp10.000 per kilogram.
Stok Beras di Bangka Belitung Melimpah
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Tarmin AB, memberikan keterangan tambahan terkait stok beras di wilayah tersebut. Beliau menyatakan bahwa stok beras di 17 gudang distributor se-Kepulauan Bangka Belitung mencapai 11.338,2 ton.
Jumlah stok tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pasca Lebaran Idul Fitri. Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memastikan akan terus memantau ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok, guna menjaga daya beli masyarakat dan mencegah terjadinya inflasi.
Dengan demikian, kondisi ini menunjukkan kesiapan pemerintah daerah dalam mengantisipasi potensi kenaikan harga pasca Lebaran. Langkah-langkah yang telah diambil terbukti efektif dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok, khususnya beras, di wilayah Kepulauan Bangka Belitung.
"Kami memastikan stok beras yang ada cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pasca-lebaran Idul Fitri tahun ini," kata Tarmin AB.
Secara keseluruhan, situasi pasca Lebaran di Pangkalpinang menunjukkan kondisi yang positif. Turunnya harga beras dan melimpahnya stok menjadi indikator yang baik bagi perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat.