Harga TBS Sawit Bengkulu Naik! Petani Raup Untung Rp100/kg
Harga TBS kelapa sawit di Bengkulu naik menjadi Rp3.140 per kg untuk periode April 2025, meningkat Rp100 dari bulan sebelumnya, berkat peningkatan kualitas produksi dan kesadaran perusahaan dalam pelaporan.

Pemerintah Provinsi Bengkulu menetapkan harga jual tandan buah segar (TBS) kelapa sawit untuk periode April 2025 sebesar Rp3.140 per kilogram. Kenaikan ini berlaku untuk kelapa sawit usia tanam 10 hingga 20 tahun, meningkat Rp100 dari harga bulan Maret 2025 yang sebesar Rp3.040 per kilogram. Kenaikan ini diumumkan pada Kamis, 3 April 2025, di Kota Bengkulu oleh Kepala Seksi Perkebunan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu, Yuhan Syahneri. Penetapan harga ini berlaku setelah masa operasional jual beli yang sempat dihentikan sementara sejak 26 Maret 2025 untuk perayaan Lebaran 1446 Hijriah.
Beberapa faktor berkontribusi terhadap kenaikan harga TBS kelapa sawit ini. Salah satu faktor utama adalah mulai banyaknya perusahaan yang menjual cangkang sawit. Selain itu, peningkatan kualitas produksi kelapa sawit di Provinsi Bengkulu juga menjadi pendorong kenaikan harga. Hal ini menunjukkan peningkatan produktivitas dan kualitas hasil panen petani sawit Bengkulu.
Faktor lain yang turut mendorong kenaikan harga adalah kesadaran perusahaan dalam melaporkan kegiatan usahanya. Transparansi data dan laporan yang akurat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi pasar dan membantu dalam penetapan harga yang lebih adil. Meskipun kenaikan harga hanya Rp100 per kilogram, hal ini tetap memberikan dampak positif bagi para petani kelapa sawit di Bengkulu.
Kenaikan Harga dan Imbauan kepada Petani
Meskipun kenaikan harga TBS kelapa sawit tidak signifikan, yaitu hanya Rp100 per kilogram, Pemerintah Provinsi Bengkulu tetap mengimbau para petani untuk selalu menjaga kualitas hasil panen mereka. Hal ini sangat penting untuk memastikan harga jual tetap stabil dan menguntungkan. Petani juga diimbau untuk memanen buah kelapa sawit pada usia yang tepat, karena hal ini akan sangat mempengaruhi nilai jual TBS.
Penetapan harga TBS kelapa sawit ini dilakukan setelah melalui rapat bersama asosiasi sawit, Kamar Dagang dan Industri (Kadin), dan perusahaan perkebunan kelapa sawit di Bengkulu. Proses ini menjamin adanya transparansi dan kesepakatan bersama dalam menentukan harga yang adil bagi semua pihak yang terlibat dalam rantai pasok kelapa sawit.
Pemerintah Provinsi Bengkulu menekankan pentingnya kemitraan antara kelompok tani dan pabrik minyak sawit (PMS) untuk menjamin harga TBS sesuai standar dan mencegah manipulasi harga oleh tengkulak. Kemitraan yang kuat akan memberikan perlindungan dan meningkatkan daya tawar petani dalam menghadapi fluktuasi harga pasar.
Pentingnya Kemitraan dan Kualitas Produksi
Kemitraan yang erat antara petani dan PMS menjadi kunci dalam menjaga stabilitas harga dan kesejahteraan petani. Dengan adanya kemitraan, petani dapat memperoleh akses ke pasar yang lebih luas dan terhindar dari praktik-praktik yang merugikan, seperti penekanan harga oleh tengkulak. Hal ini akan memberikan kepastian harga dan meningkatkan pendapatan petani.
Selain kemitraan, kualitas produksi juga menjadi faktor penting dalam menentukan harga TBS kelapa sawit. Petani harus memperhatikan teknik budidaya yang baik, perawatan tanaman, dan pemilihan waktu panen yang tepat. Dengan menghasilkan TBS berkualitas tinggi, petani dapat memperoleh harga jual yang lebih tinggi dan meningkatkan pendapatan mereka.
Pemerintah Provinsi Bengkulu terus berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan petani kelapa sawit melalui berbagai program dan kebijakan. Salah satunya adalah dengan mendorong kemitraan antara petani dan PMS serta memberikan pelatihan dan pendampingan kepada petani dalam meningkatkan kualitas produksi.
Dengan adanya kenaikan harga TBS kelapa sawit ini, diharapkan kesejahteraan petani kelapa sawit di Bengkulu dapat terus meningkat dan mampu menghadapi fluktuasi harga di pasar global. Kemitraan yang kuat dan kualitas produksi yang baik menjadi kunci keberhasilan dalam meningkatkan pendapatan petani kelapa sawit.