Hujan Lebat Berpotensi Guyur Kaltim hingga Lebaran, Waspada Banjir dan Longsor!
BMKG memprediksi hujan dengan intensitas tinggi akan melanda Kalimantan Timur hingga Lebaran 2025, berpotensi menyebabkan banjir, longsor, dan pohon tumbang.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Samarinda memprediksikan potensi hujan dengan intensitas tinggi di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) mulai tanggal 22 Maret hingga 31 Maret 2025, bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah. Prediksi ini disampaikan oleh Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Aji Pangeran Tumenggung Pranoto BMKG Samarinda, Riza Arian Noor, pada Sabtu, 22 Maret 2025.
Menurut Riza, peluang hujan mencapai 80-90 persen dengan kategori menengah, yakni antara 50-150 mm. Intensitas hujan yang tinggi ini berpotensi menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti banjir, sungai meluap, jalanan licin, dan tanah longsor. "Peluang hujan antara 80-90 persen ini dengan kategori menengah antara 50-150 mm, sehingga semua pihak diharapkan mewaspadai dampaknya seperti banjir, sungai meluap, jalan licin, dan tanah longsor," ujar Riza.
BMKG mengimbau masyarakat Kaltim untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi tersebut. Selain dampak yang telah disebutkan, masyarakat juga dihimbau untuk mewaspadai potensi pohon tumbang akibat angin kencang yang berpotensi menyertai hujan lebat.
Waspada Banjir dan Longsor di Kaltim
Prakiraan deterministik curah hujan dasarian III Maret (21-31 Maret) 2025 menunjukkan bahwa secara umum wilayah Kaltim diprakirakan akan mengalami curah hujan dengan kategori menengah, antara 50-150 mm. Ini menunjukkan potensi hujan lebat yang perlu diwaspadai oleh seluruh masyarakat Kaltim.
Lebih lanjut, prakiraan deterministik sifat hujan dasarian III Maret 2025 menunjukkan bahwa wilayah Kaltim umumnya diprakirakan memiliki sifat hujan kategori normal hingga di atas normal. Hanya sebagian kecil wilayah di Kabupaten Kutai Barat yang diprakirakan memiliki sifat hujan di bawah normal.
BMKG juga mencatat hasil pemantauan hari tanpa hujan pada dasarian II Maret (11-20 Maret) 2025. Sejumlah wilayah di Kaltim umumnya mengalami hari tanpa hujan dengan durasi sangat pendek, antara 1-5 hari. Durasi hari tanpa hujan terpanjang tercatat di empat kecamatan di Kabupaten Kutai Kartanegara, yaitu Muara Jawa, Loa Kulu, Tenggarong, dan Loa Janan, dengan durasi mencapai 3 hari.
Imbauan Kesiapsiagaan untuk Masyarakat Kaltim
Menghadapi potensi hujan lebat dan dampaknya, BMKG mengimbau masyarakat Kaltim untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan. Penting untuk memantau informasi cuaca terkini dari BMKG dan mengikuti arahan dari pihak berwenang. Masyarakat juga dihimbau untuk membersihkan saluran air, memperkuat bangunan rumah, dan menyiapkan rencana evakuasi jika diperlukan.
Langkah-langkah antisipasi lainnya yang dapat dilakukan adalah menghindari aktivitas di luar ruangan saat hujan lebat disertai angin kencang, memeriksa kondisi pohon di sekitar rumah, dan selalu waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi lainnya. Keselamatan dan keamanan masyarakat Kaltim menjadi prioritas utama dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem ini.
Dengan memperhatikan prakiraan cuaca dari BMKG dan mengambil langkah-langkah antisipasi yang tepat, diharapkan masyarakat Kaltim dapat meminimalisir dampak negatif dari potensi hujan lebat yang diperkirakan akan terjadi hingga Lebaran mendatang.
Informasi lebih lanjut mengenai prakiraan cuaca dapat diakses melalui website resmi BMKG atau aplikasi mobile BMKG.